Ajang Pamer AI di Indonesia, BRIN-KORIKA Siap Gelar Artificial Intelligence Innovation Summit 2021

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Selasa 26 Oktober 2021 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 65 2491957 ajang-pamer-ai-di-indonesia-brin-korika-siap-gelar-artificial-intelligence-innovation-summit-2021-4fHeTXexPI.jpg Foto: Tangkapan layar.

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) bersama Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (KORIKA) siap menggelar Artificial Intelligence Innovation Summit (AIIS 2021) secara virtual. Ajang ini akan menampilkan perkembangan terkini dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence) di Indonesia.

AIIS 2021 yang akan dihelat pada pada 10-13 November 2021 akan menjadi ajang unjuk kemampuan komponen bangsa Indonesia pada masyarakat global dalam mengembangkan teknologi kecerdasan artifisial serta menunjukan berbagai produk Inovasi di bidang kecerdasan artifisial di Indonesia.

BACA JUGA: BRIN Dukung Pengelolaan Pendidikan bagi Pengungsi Anak di Indonesia

Perhelatan akbar di bidang kecerdasan artifisial ini digelar menyusul kesuksesan Artificial Intelligence Summit 2020 (AIS 2020). AIIS 2021 dikemas dalam platform website berisi tampilan booth 3 dimensi dan tampilan produk. Pengunjung dapat bernavigasi, berjalan menyusuri lorong dan mengunjungi booth, menyerupai kegiatan nyata pada pameran konvensional.

Selain itu, peserta pameran dan sponsor dapat berinteraksi langsung dengan pengunjung untuk memberikan edukasi dan memperkenalkan produk dan solusi teknologi berbasis kecerdasan artifisial.

AISS 2021 juga akan menampilkan capaian penguasaan dan pemanfaatan teknologi AI yang didukung oleh KORIKA yang merupakan organisasi orkestrator yang berbentuk perkumpulan untuk mendorong terciptanya ekosistem untuk menumbuhkan inovasi di bidang kecerdasan artifisial.

BACA JUGA: Peneliti Indonesia Raih Underwriters Laboratories-ASEAN-U.S. Science Prize for Women 2021

AIIS 2021 yang menghadirkan beberapa parade pameran, poster dan webinar yang dikemas secara virtual dari berbagai principal teknologi di bidang kecerdasan artifisial, ditargetkan akan mencapai target 20 ribu partisipan dengan 100 virtual booth yang akan menampilkan berbagai use case atau aplikasi yang memanfaatkan AI. Pada AIS 2020 10 ribu partisipian dihadirkan secara virtual.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, menyebutkan Indonesia telah memiliki Strategi Nasional (Stranas) Kecerdasan Artifisial 2020-2045 yang menjadi tonggak penerapan teknologi kecerdasan artifisal di Indonesia. Stranas Kecerdasan Artifisial merupakan upaya Indonesia untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi terkini, khususnya AI, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas di berbagai sektor.

Handoko menyampaikan, BRIN mendukung percepatan penguasaan AI untuk pemanfaatan di berbagai sektor strategis. Teknologi Artificial Intelligence akan digunakan dalam mendukung sektor-sektor strategis seperti pertanian, efisiensi energi, keamanan siber dan industri kreatif.

Ketua Umum KORIKA Hammam Riza menjelaskan, KORIKA merupakan amanah dari Stranas Kecerdasan Artifisial yang diluncurkan pada 10 Agustus 2020 yang menjadi salah satu pilar utama kebangkitan kecerdasan artifisial di Indonesia.

“Kita ingin menjadikan KORIKA sebagai organisasi yang gesit, terpercaya dalam mewujudkan ekosistem kolaborasi percepatan penerapan kecerdasan artifisial menuju visi Indonesia 2045,” katanya melalui siaran pers, Senin (25/10/2021).

Menurut Hammam, kehadiran KORIKA dalam event AIIS 2021 akan semakin menguatkan orkestrasi quadruple helix yang terdiri dari akademisi/peneliti, kalangan bisnis, pemerintah, dan komunitas masyarakat.

Dalam AIIS 2021, pihaknya akan mempertemukan supply and demand, antara seseorang atau perusahaan yang membutuhkan solusi AI dengan developer yang mengembangkan berbagai aplikasi AI.

Founder KORIKA Bambang Brodjonegoro meyakini keterlibatan berbagai aktor dalam quadruple helix merupakan salah satu solusi untuk mempercepat terjadinya inovasi, termasuk di bidang kecerdasan artifisial yang sudah ada di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, Indonesia tidak bisa berdiam diri hanya menjadi market.

Bambang berharap AIIS 2021 bisa mempercepat transformasi digital dan mempercepat adaptasi kita terhadap revolusi industri 4.0. Ia mengajak semua kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa dan pelajar untuk bergabung dalam AIIS 2021 yang digelar virtual. “Pelajari pengalaman menggunakan AI dan pahami bagaimana AI akan memperngaruhi hidup kita di masa depan,” imbuhnya.

“Kita ingin Indonesia dengan 270 juta penduduk punya kemampuan untuk mengembangkan kecerdasan artifisial ini sesuai dengan kebutuhan kita sendiri,” lanjutnya.

Pada saat yang sama, kita harus mendeteksi kebutuhan masyakat Indonesia, kemampuan akademisi/periset dalam menghasilkan teknologi berbasis kecerdasan artifisial, bagaimana pemerintah membuat regulasi yang mendukung pengembangan kecerdasan artifisial, serta kelompok masyarakat (society) yang harus terlibat.

“Di situlah KORIKA akan berupaya menjadi fasilitator yang kita harapkan membuat masyarakat Indonesia adaptif dengan AI dan tidak tergagap-gagap. yang paling penting, kita tidak hanya pasif menjadi market dan lebih banyak memakai produk AI dari luar,” lanjutnya.

Ketua Panitia AIIS 2021 Meiditomo Sutyarjoko berharap, Keberadaan Stranas Kecerdasan Artifisial bisa mendorong perkembangan AI di Indonesia. Ide utama dari Stranas Kecerdasan Artifisial adalah memindahkan poros government driven menuju ke demand driven melalui kolaborasi.

Karena itu, dari Stranas Kecerdasan Artifsial kemudian dibentuk Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial (PIKA) yang kemudian melahirkan KORIKA. Selanjutnya KORIKA yang akan menjaga orkestrasi kolaborasi inovasi kecerdasan artifisial.

Direktur Digital Business Telkom Indonesia M. Fajrin Rasyid menyampaikan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai perusahaaan telekomunikasi terdepan milik bangsa mendukung terselenggaranya AI Innovation Summit 2021. Kegiatan ini sebagai langkah nyata untuk mempercepat terwujudnya kedaulatan digital Indonesia.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Indra Utoyo sekaligus pendiri dari KORIKA turut serta mendukung pergerakan KORIKA dalam akselerasi AI di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan upaya BRI dalam mengembangkan layanan BRI BRAIN dan BRI API. Dimana BRIBRAIN sendiri merupakan platform berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digunakan untuk menyimpan, memproses, dan mengonsolidasikan segala informasi dari berbagai sumber.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini