5 Guru Honorer Bergaji Kecil Pilih Kerja Sampingan, dari Kuli Bangunan hingga Tukang Ojek

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 23 Oktober 2021 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 624 2489994 5-guru-honorer-bergaji-kecil-pilih-kerja-sampingan-dari-kuli-bangunan-hingga-tukang-ojek-CoeCERWRhM.jpg Ilustrasi guru tengah mengajar. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Guru merupakan profesi yang mulia dan sudah seharusnya dihargai. Namun, hingga saat ini masih banyak guru honorer yang digaji dengan tidak layak.

Para guru honorer tersebut harus mencari biaya tambahan guna memenuhi kebutuhan hidup. Berikut adalah beberapa pekerjaan yang dilakukan guru untuk menambah penghasilan, dilansir dari berbagai sumber.

Baca juga: Tipikal Mahasiswa dari Kupu-Kupu hingga Kunang-Kunang, Kamu yang Mana?

Baca juga: 4 Tips Jitu Ini Bikin Skill Bahasa Inggris Kamu Tambah Moncer

• Kuli Bangunan

Karena gajinya sebagai guru honorer tidak mencukupi, seorang guru di Desa Mujur, Kabupaten Lombok Tengah mengambil kerja sampingan sebagai kuli bangunan. Hal ini diketahui karena Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sempat menginap di rumahnya saat berkunjung ke Lombok.

Guru berinisial S tersebut telah mengajar selama 25 tahun dengan gaji hanya sebesar Rp 225 ribu per bulannya. Untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarga, Ia akhirnya bekerja sebagai pembuat bata dan kuli bangunan.

• Cosplayer

Seorang guru honorer berinisial A (33) di wilayah Tangerang harus memutar otak untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Gajinya dari mengajar Baca Tulis Quran (BTQ) yang hanya sebesar Rp 300 ribu per bulan membuatnya harus mencari sumber penghasilan lain. Ia kemudian memutuskan untuk mencari nafkah sebagai cosplayer.

A mengaku sempat menginap di sekolah tempatnya mengajar selama dua tahun karena tidak memiliki ongkos yang cukup jika mengandalkan gaji sebagai guru. Sebelum menjadi cosplayer, Ia juga sempat mengajar madrasah.

Selama menjadi cosplayer, Ia mengenakan kostum robot mobil berwarna kuning dari sebuah serial film. Dari kerja sampingannya ini, Ia mampu meraup hingga Rp 1 juta dalam sehari.

• Tukang Parkir

Guru honorer berinisial H ini menjadi tukang parkir sebagai pekerjaan sampingan. Ia mengaku hal ini dilakukannya sejak pandemi Covid-19 terjadi. Gaji sebagai guru honorer tidak mencukupinya dan keluarga dalam kebutuhan sehari-hari.

Meskipun pendapatannya tidak seberapa, uang yang didapatkannya cukup membantu untuk menambah biaya hidup. Selain menjadi guru, ia juga percaya sebagai pelatih tim drum band di sejumlah sekolah di sekitar kediamannya.

• Juru pijat

IS (36), seorang guru honorer di sebuah sekolah dasar negeri yang ada di Kelurahan Rangas, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, telah mengajar selama 15 tahun. Namun, gajinya yang hanya Rp 300 ribu tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup.

Terutama karena Ia tinggal di kota dengan biaya hidup tinggi. Karenanya, IS mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk membuka jasa pijat hingga pukul 12 malam. Harapannya, di masa depan jasa guru dapat lebih diakui dan dihargai di negara ini.

• Tukang Ojek

Belasan tahun sudah EM (55) menjalani profesi sebagai guru honorer di sekolah dasar wilayah Cimahi. Gajinya yang hanya Rp 600 ribu per bulannya ternyata belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang beranggotakan istri dan dua orang anak. Karenanya, ia memilih menambah penghasilan dengan menjadi tukang ojek pangkalan.

Meskipun begitu, prioritas utamanya tetap mengajar. Dari pekerjaan sampingannya sebagai tukang ojek, EM dapat tambahan penghasilan sebesar Rp 40 hingga Rp 50 ribu. Hal ini, menurutnya, sudah cukup untuk membantu kelangsungan hidup keluarganya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini