Peran Teknologi untuk Belajar Semakin Signifikan Pasca-Covid

Tim Okezone, Okezone · Selasa 19 Oktober 2021 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 65 2488626 peran-teknologi-untuk-belajar-semakin-signifikan-pasca-covid-m6croTw55L.jpg peran teknologi untuk belajar/ Okezone

JAKARTA - Peran teknologi di tengah tren penurunan Covid-19 dan dimulainya aktivis fisik masyarakat semakin signifikan. Karena itu bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) akan semakin dibutuhkan. Kemampuan di bidang STEM jadi fundamental untuk mendukung industri 4.0 bahkan 5.0 di Indonesia.

(Baca juga: PPKM Jawa-Bali Kembali Diperpanjang 14 Hari hingga 1 November)

Pendiri dan CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam mengaku optimistis teknologi jadi pilihan terbaik untuk aktivitas belajar. Menurutnya pembelajaran menggunakan teknologi akan semakin digunakan saat pasca covid.

"Selama pandemi sudah terbentuk cara belajar kita yang menggunakan teknologi. Karena itu metode online learning dan gamifikasi sekarang ini jadi metode penting dalam proses belajar," ujar Veronica dalam webinar Girls Empowerement Through STEM Education di Jakarta (19/10/2021).

(Baca juga: Viral! Mahasiswi IPB Mirip Paula Verhoeven Ini Berbagi Tips Cepat Lulus Kuliah)

Dia melanjutkan, dengan mempelajari STEM maka akan ada nilai tambah karena ini dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi. Tapi yang dibutuhkan saat ini bukan cuma sekedar kecanggihan teknologi tapi harus ada kustomisasi. Sehingga bermanfaat langsung untuk komunitas yang berbeda-beda karakternya.

 "Hal menarik yaitu teknologi untuk kebaikan. Bagaimana pendekatan yang cocok untuk komunitas tertentu lewat teknologi. Dulu kita bisa mengelak dari teknologi tapi sekarang sudah tidak bisa menghindari," pungkasnya.

Sinergi antara YCAB Foundation dan Mastercard Center for Inclusive Growth yang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan pendidikan pada 60.000 remaja perempuan mengenai STEM. Sejak diluncurkan, setidaknya 2000 remaja perempuan yang mendaftar dan 40 guru menjadi mentor sukarelawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini