Share

Mitos Kesehatan Mental Harus Dihilangkan, Pengaruhnya Besar ke Individu

Susi Susanti, Okezone · Selasa 19 Oktober 2021 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 65 2488605 mitos-kesehatan-mental-harus-dihilangkan-pengaruhnya-besar-ke-individu-WY6WNQTz5q.jpg Ilustrasi kesehatan mental (Foto: FamilyEducation)

JAKARTA Mitos-mitos seputar kesehatan mental kerap berkembang di tingkat sosial atau masyarakat. Mitos-mitos ini perlu dihilangkan karena pengaruhnya dapat sampai ke tingkat individual.

Psikolog sosial dan dosen Jurusan Psikologi, Fakultas Humaniora, Universitas Bina Nusantara sekaligus Pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) pada Kompartemen Riset dan Publikasi, Juneman Abraham menjelaskan salah satu mitos terbesar adalah bahwa kesehatan mental  hanya persoalan kesehatan.

Padahal kesehatan mental sangat bersentuhan dengan bidang-bidang kehidupan lain. Distres karena masalah ekonomi menjadi faktor risiko bagi kesehatan mental. Sebaliknya, ada kerugian atau pun beban ekonomi yang besar akibat masalah kesehatan mental. Merupakan suatu tantangan tersendiri untuk memetakan dan menghitung ongkos kesehatan mental ini.

Baca juga: Pemerintah Diminta Lebih Aktif Kenali Masalah Kesehatan Mental

“Ada mitos yang terlibat di sini, yaitu bahwa maju-mundurnya kesehatan mental sebuah bangsa sulit diukur; oleh karenanya, tidak perlu dijadikan sebuah indikator nyata keberhasilan pembangunan nasional,” terangnya.

Dia menuturkan Program Mental Health Atlas dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat dijadikan teladan untuk pengukuran objektif. Namun sayang inisiatif semacam ini belum populer apalagi dikembangkan, khususnya di Indonesia.

Baca juga: Jangan Abai! Ini 2 Cara Rawat Kesehatan Mental

Dia melihat kaitan antara pembangunan nasional dan kesehatan mental, dalam bidang sosial, dan bahkan politik, bentuk-bentuk praktik kelembagaan di setiap organisasi dan institusi, termasuk wajah demokrasi negara, juga ikut mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan mental.

“Mitos lainnya sebagai turunan dari mitos di atas adalah bahwa urusan kesehatan mental adalah urusan tenaga kesehatan, khususnya tenaga kesehatan mental, dan bahwa akses ke layanan kesehatan mental ini adalah urusan yang membutuhkan biaya yang mahal atau merupakan sebuah kemewahan,” lanjutnya.

Mitos ini dapat menciptakan jarak psikologis yang besar jika kesehatan mental tidak begitu mendesak pada masyarakat terhadap masalah kesehatan mental di lingkungannya. Di sini terletak arti penting sains untuk membeberkan bukti-bukti bahwa betapa terdapat interkoneksi antar domain dan antar bagian-bagian masyarakat dalam isu kesehatan mental sekecil apapun. Nantinya dengan upaya bersama (joint efforts), akses kesehatan mental yang inklusif tidak akan memakan biaya mahal.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini