Dosen Prodi Teknologi Mesin Vokasi UMY Ciptakan Aerator Tenaga Surya Berbasis IoT

Priyo Setyawan, Koran SI · Senin 18 Oktober 2021 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 65 2488056 dosen-prodi-teknologi-mesin-vokasi-umy-ciptakan-aerator-tenaga-surya-berbasis-iot-wyJivCXukV.jpg Aerator tenaga surya karya dosen dan mahasiswa Prodi Teknologi Mesin Vokasi UMY. (Foto: Dok. Humas UMY)

YOGYAKARTA - Dosen program studi (prodi) Teknologi Mesin Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), M Abdus Somad berhasil menciptakan Aerator (alat pompa air oksigen) kolam ikan tenaga surya dengan sistem operasional berbasis Internet of Things (IoT). Selain hemat energi juga ramah lingkungan dan mudah dalam pengoperasiannya.

M Abdus Somad mengatakan awal pembuatan alat ini, karena aerator yang selama ini digunakan oleh petani tambak udang atau ikan di daerah pantai, masih menggunakan tenaga diesel dan operasionalnya masih manual. Hal ini tentu berpengaruh pada produktivitas dan efisiensi waktu.

BACA JUGA: UMY Akan Produksi Massal Face Shield untuk Atasi Kelangkaan

“Berawal dari itu, saya mengajak empat mahasiswa membuat aerator tenaga surga berbasis IoT ini,” kata Abdus, Sabtu (16/10/2021).

Abdus menjelaskan secara garis besarnya, fungsi Aerotor tetap sama yaitu sebagai pompa air oksigen untuk pemenuhan kebutuhan oksigen air bagi udang atau ikan. Bedanya Aerator yang bisanya digunakan petani udang atau ikan di pantai Aerator yang digunakan bertenaga diesel dan pengoperasiannya masih manual. Sedangkan aerotor karya Abdus Somad dijalankan dengan tenaga solar sel (tenaga surya) dan pengoperasionalnya berbasis IoT.

“Selain hemat energi, pengoperasiannya pun sangat mudah hanya menggunakan jaringan internet memakai aplikasi Telegram (bot). Jadi sangat fleksibel,” paparnya.

BACA JUGA: Kominfo: Potensi Industri Aplikasi Capai Rp1.734 Triliun pada 2020

Eerator yang diciptakan terdiri dari kotak hitam berisi aki berfungsi menampung daya dan pelindung sistem IOT, diapit oleh dua kincir berwarna kuning di sisi kanan dan kiri terbuat dari bahan komposit serat alam, dua panel surya di bagian atas dan dua pelampung dari jerigen untuk menahan beban alatnya yang berkisar kurang lebih 100 kg.

“Pada saat uji coba, aerator itu mampu dioperasikan menggunakan bot Telegram dari jarak kurang lebih 3 km,” jelasnya.

Sementara aki yang terdapat di dalam kotak hitam memiliki daya sebesar 13,4 volt dan mampu bertahan selama enam jam tanpa pengisian. Sedangkan IoT, yang terletak di dalam kotak hitam berpotensi terkena cipratan air dipastikan tetap aman.

"Sangat aman, walaupun terkena air masih aman. Ketika pagi sampai sore hari, bisa digunakan karena daya akan terisi terus. Ketika malam hari bisa menggunakan daya yang tersimpan di dalam aki," terangnya.

Abdus Somad pun berharap dengan alat tersebut bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat, namun juga mengenalkan teknologi tepat guna sekaligus prodi teknologi mesin vokasi UMY

"Ini bentuk kreativitas kami dan akan terus membimbing mahasiswa. Apalagi mahasiswa vokasi tidak hanya teori akademisnya saja tetapi menciptakan sebuah produk,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini