Presiden Jokowi Tak Ingin Mahasiswa Dipagari Program Studi

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 13 Oktober 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 65 2485602 presiden-jokowi-tak-ingin-mahasiswa-dipagari-program-studi-s8HTra2vfE.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pendidikan tinggi dalam hal ini univeristas dapat mengembangkan talenta mahasiswanya. Ia tidak ingin para mahasiswa dipagari oleh program studi sehingga tidak mengikuti perkembangan zaman.

Hal tersebut dikatakan Jokowi saat memberi pembekalan kepada alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII dan peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII Tahun Ajaran 2021 Lemhanas RI di Istana Negara, Jakarta.

"Pendidikan tinggi kita ini harus memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan talentanya. Jangan dipagari oleh program studi di fakultas yang justru membelenggu," ucapnya dilihat dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (13/10/2021).

Menurut Jokowi, sistem pembelajaran ke depan akan hybrid. Mulai dari hybrid knowledge, hybrid skill, dan lain sebagainya. Karena itulah mahasiswa harus memahami banyak ilmu pengetahuan dan tidak terbatas pada pilihan program studinya semata.

Baca juga: Presiden Jokowi Ingin SDM RI Ciptakan Teknologi Baru

"Sehingga yang namanya mahasiswa harus paham semua. Paham matematika, paham statistik, bahasa, ilmu komputer. Dan bahasa itu bukan bahasa Inggris saja tapi bahasa coding lebih penting lagi ke depan," imbuhnya.

Baca juga: Stop Ekspor Bahan Mentah! Presiden Jokowi: Kita Jangan Hanya Jadi Tukang Gali Tambang

Ke depan, kata Jokowi, juga akan banyak jenis pekerjaan baru yang hilang, tapi pada saat yanf sama muncul model pekerjaan baru. Ia mencontohkan dahulu pekerjaan seperti kasie sangatlah penting.

"Sekarang para pemilik uang mengelola sendiri uangnya dengan e-payment. Credit assesor sangat banyak tapi sudah terjadi dan ke depan akan lebih banyak terjadi lagi, akan berubah menjadi fintech. Penterjemah sudah sangat mudah sekali sekarang dan ke depan akan menajdi aplikasi translation. Insinyur bisa diganti nantinya, hati-hati dengan advanced robotic," paparnya.

"Oleh sebab itu kita sendiri dan anak-anak kita, mahasiswa kita harus disiapkan untuk selalu siap belajar, siap menghadapi perubahan," tutupnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Lantik Megawati Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN Siang Ini

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini