Share

200 Sekolah di Kota Bogor Siap Belajar Tatap Muka Terbatas Mulai 4 Oktober

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 02 Oktober 2021 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 02 624 2480414 200-sekolah-di-kota-bogor-siap-belajar-tatap-muka-terbatas-mulai-4-oktober-yAcbGzzFUN.JPG Bima Arya saat tinjau sekolah (Foto: Pemkot Bogor)

BOGOR - Pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) tahap 1 di Kota Bogor rencananya dimulai pada Senin 4 Oktober 2021. Tercatat, sudah ada 200 sekolah berbagai tingkatan yang dinyatakan lolos asesmen dan verifikasi faktual untuk mengikuti PTM terbatas.

"Insya Allah PTM terbatas tahap 1 dimulai hari Senin 4 Oktober 2021," kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor Hanafi dalam keterangannya, Sabtu (2/10/2021).

Rinciannya sebanyak 44 sekolah tingkat SMP, 115 sekolah tingkat SMA/SMK, 30 sekolah Madrasah dan 11 SLB. Tetapi, ada beberapa sekolah yang baru bisa mulai pada 6 Oktober 2021 karena melaksanakan sedang Asisten Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Hanafi menjelaskan, penentuan sekolah tahap 1 ini berdasarkan self asesmen dan verifikasi faktual yang dilakukan secara simultan dengan menggunakan instrumen yang sudah dikoordinasikan kepada para stakeholder.

"Untuk pelaksanaan Tahap 2 akan dilaksanakan setelah ada evaluasi di tahap 1," jelas Hanafi.

Dalam rangka kehatian-hatian dan keamanan serta keselamatan, maka guru dan tenaga kependidikan yang belum divaksin tidak diperkenankan untuk melaksanakan PTM terbatas. Namun diperkenankan untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sedangkan peserta didik yang mengikuti PTM terbatas pun dianjurkan bagi yang sudah melakukan vaksinasi penuh.

"Kelancaran, keamanan dan keselamatan PTM terbatas menjadi perhatian dan kepentingan bersama. Kami mohon dukungan dan keterlibatan semua pihak untuk memantau ini secara intens. Terutama untuk jam-jam rawan, saat siswa di perjalanan datang dan pulang," ungkapnya.

Untuk itu, melalui Satgas Pelajar, Disdik akan melakukan patroli setelah PTM terbatas atau kegiatan belajar selesai. Begitupun pihak kepolisian akan melakukan hal yang sama, dan akan menindak tegas apabila kedapatan ada siswa berseragam, berkerumun di luar jam PTM terbatas.

"Sekolah siswa yang bersangkutan pun akan direkomendasikan ditutup untuk sementara," tegas Hanafi.

Ia menambahkan, berdasarkan program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan akan ditindaklanjuti oleh Dinkes, surveilans satuan pendidikan akan dilakukan secara tes sampling acak 10 persen dari sekolah yang melaksanakan PTM terbatas. Sehingga, apabila ditemukan kasus positif Covid-19 memudahkan tracing dan testingnya.

"Dengan persiapan yang matang, pelaksanaan dengan prokes ketat, serta patroli dan pemantauan dari semua pihak, surveillance berjalan, dan keterlibatan semua pihak, semoga PTM terbatas di Kota Bogor terlaksana dengan baik, lancar, aman dan selamat," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini