Sementara itu, proses pencetakan buku, kontrol kualitas produk, dan pemasaran dilaksanakan secara luring.
“Dalam proses produksi, kami telah menyelesaikan proses penyusunan naskah secara daring melalui Google Document. Proses penyusunan naskah dimulai dari menentukan pokok-pokok bahasan untuk setiap halaman dalam buku. Selain itu, kami juga membuat sketsa gambar untuk setiap halaman buku dan telah selesai kami lakukan secara blended,” ujar Ketua Tim Anggun melansir laman resmi UNS di uns.ac.id, Rabu (22/9/2021).
Sketsa gambar yang mereka buat kemudian diubah menjadi desain gambar digital. Setelah itu, mereka menentukan objek gambar yang selanjutnya dibuat animasi 3D bekerja sama dengan mitra dari BIV Projects.
Purwarupa buku yang sudah jadi tersebut kemudian dicetak. Mereka bekerja sama dengan CV. Yuma Pustaka untuk mencetak buku edukasi tersebut. Saat ini, buku cetak tentang edukasi Covid-19 untuk anak-anak berbasis AR sudah jadi dan siap untuk dipakai.
“Buku yang telah selesai kami cetak sebanyak 30 eksemplar dengan biaya cetak Rp.50.000,00 per buku. Tim PKM-K kami juga telah selesai melakukan kontrol kualitas produk dengan mendatangi percetakan secara luring,” imbuh Anggun.neneng zubaidah
Caption: Tim mahasiswa UNS. Foto/tangkapan layar
(Susi Susanti)