4 Fakta Menarik Aplikasi Peta untuk Disabilitas Netra

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Selasa 21 September 2021 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 65 2474353 4-fakta-menarik-aplikasi-peta-untuk-disabilitas-netra-qmwf0aFF5a.jpg foto: ist

JAKARTA - Salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (UB) membuat aplikasi peta digital yang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas netra bernama UBblindmap.

Aplikasi peta tunanetra UBblindmap ini dibuat melalui aplikasi Unity dan Blender yang biasa digunakan untuk 3D modelling membuat sebuah game. Map dibuat berupa 3D juga untuk tunanetra yang low blind.

Berikut adalah fakta-faktanya yang dirangkum dari laman prasetya.ub.ac, Senin (21/9/2021).

 (Baca juga: Mahasiswa UNS Ciptakan Fruit Audio Aroma untuk Pembelajaran Disabilitas Netra)

1. Mengenal Aplikasi UBblind

Mahasiswa Magister Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya bernama Muhammad Erwin Amrullah berhasil membuat aplikasi UBblindmap.

Sesuai namanya UBblindmap merupakan aplikasi berbasis peta wilayah Universitas Brawijaya (UB) yang nantinya akan release di Google Play Store dan bisa di-download oleh semua orang.

Aplikasi peta tunanetra dapat diinstal di sebuah tablet berukuran 10 inch untuk kemudian menjadi alat fasilitas pengenalan wilayah di kawasan Universitas Brawijaya. Hadirnya aplikasi ini, diharapkan dapat memudahkan para mahasiswa maupun pengunjung tunanetra yang berada di wilayah Universitas Brawijaya.

“Tunanetra ini kan ada kategori dari low vision sampai totally blind. Jadi mereka semua bisa menggunakannya dan sudah diatur warna kecerahan bagi tunanetra kategori low blind,” imbuhnya.

2. Cara Kerja dan Fitur Aplikasi UBblindmap

Pengoperasian aplikasi peta tersebut diketahui menggunakan suara dan getaran menyesuaikan cara komunikasi penyandang tunanetra yang membutuhkan indera peraba dan pendengaran.

Selain itu, fitur suara dan getaran ini berfungsi sebagai informasi saat diusap pada aplikasi, kemudian penyandang tunanetra akan mengetahui informasi pada aplikasi peta yang digunakan.

“Aplikasi ini dirancang berdasarkan peta kawasan wilayah Universitas Brawijaya, lalu ditransformasi menjadi sebuah peta dan mempunyai fitur suara dan getaran agar penyandang tunanetra bisa menggunakannya,” kata Erwin yang dibimbing Dr. Sc. Fatwa Ramdani, S.Si, M.Sc dan Dr. Eng. Herman Tolle, S.T., M.T.

3. Dalam Proses Pengajuan ke HAKI

Sebagai informasi Hak Kekayaan Intelektual atau yang biasa disebut dengan HAKI adalah hak yang didapatkan dari hasil olah pikir manusia untuk dapat menghasilkan suatu produk, jasa, atau proses yang berguna untuk masyarakat.

“Saat ini UBblindmap sudah dalam proses pengajuan ke HAKI dan juga pengguna iOS nantinya bisa men-download aplikasi ini,” tutur Erwin.

4. Dapat Membantu Penyandang Tunanetra

Dengan adanya aplikasi peta tunanetra UBblindmap ini diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas tunanetra dan juga sebagai fasilitas wajib di institusi kampus. Sehingga kampus-kampus di Indonesia juga semakin ramah pada penyandang tunanetra.

“Semoga semakin banyak penemuan anak bangsa dalam membantu mengatasi masalah sehari-hari,” tutup Muhammad Erwin Amrullah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini