Inovatif! 4 Mahasiswi Cantik UGM Ini Ciptakan Snack Bar Anti-Obesitas

Neneng Zubaidah, Koran SI · Senin 20 September 2021 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 65 2473981 inovatif-4-mahasiswi-cantik-ugm-ini-ciptakan-snack-bar-anti-obesitas-2a6pH9gNgg.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA -Empat mahasiswi Universitas Gajah Mada (UGM) membuat inovasi untuk mengembangkan makanan berupa snack bar anti-obesitas yang kaya akan serat pangan. Snack bar ini sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam menurunkan obesitas.

(Baca juga: UGM Luncurkan Program Beasiswa Dato Low Tuck Kwong)

“Produk snack bar anti-obesitas ini berbahan dasar intip (kerak nasi), cornflakes, dan kelengkeng kering sebagai penambah cita rasa,” kata Dina Clarissa Kurniawan selaku ketua tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM melansir laman resmi UGM, Senin (20/9/2021).

Selain Dina, penelitian yang menggunakan dana PKM dari Kemendikbudristek ini beranggotakan Felicia Irawan (TPHP 2018), Secundina Frida Hoki Harlanda (TPHP 2018), dan Veronika Dewi Pratanjani Prasasta (Gizi Kesehatan 2018) dengan di bawah bimbingan Dr. Arima Diah Setiowati.

(Baca juga: Timbulkan Kerumunan, Polisi Buru Knalpot Bising Tidak Gelar Razia)

Dina menjelaskan, snack bar memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan dan diproduksi sebagai pangan fungsional dengan aktivitas anti-obesitas. Bentuknya yang efisien serta dapat diterima oleh kalangan masyarakat di Indonesia menjadi alasan utama pemilihan snack bar sebagai penunda lapar di sela-sela aktivitas.

Meski tergolong sebagai pangan yang sederhana, kata dia, intip atau kerak nasi dipilih menjadi bahan dasar pembuatan snack bar. Jika pada umumnya, intip dibuat dengan cara digoreng menggunakan minyak, tetapi intip dimodifikasi menjadi pangan fungsional dengan cara pengolahan lain yaitu pemanasan dan pendinginan berulang tanpa menggunakan minyak. “Tentunya diharapkan dapat meningkatkan manfaat gizi dan nilai ekonominya,” tambahnya.

Selain itu, penggunaan bahan lain seperti cornflakes dan kelengkeng kering ditujukan untuk menambah cita rasa pada snack bar. “Rasa manis dari kelengkeng kering, serta tekstur crunchy intip dan cornflake, menjadikan snack bar ini berpotensi untuk menjadi alternatif budaya snacking yang digemari masyarakat,” tuturnya.

Pengembangan snack bar anti-obesitas ini telah melalui tahap pengujian kadar pati resisten tipe 3 pada intip hasil modifikasi terhadap hormon leptin untuk menekan rasa lapar dan mencegah resistensi hormon leptin pada penderita obesitas.

Pati resisten tipe 3 pada tip yang dikonsumsi, kemudian akan difermentasi oleh mikrobiota usus sehingga menghasilkan asam lemak rantai pendek yang berperan dalam mengaktivasi reseptor tertentu untuk regulasi sekresi hormon leptin yang mampu menekan nafsu makan dan rasa lapar.

Melalui regulasi hormon leptin tersebut, intip snack bar ini mampu memberikan kontribusi untuk mendukung penurunan prevalensi obesitas dengan supresi rasa lapar dan mencegah resistensi hormon leptin pada penderita obesitas,”pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini