Mahasiswa UGM Inovasikan Mesin Pemberi Pakan Ternak Efisien

Neneng Zubaidah, Koran SI · Minggu 19 September 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 19 65 2473587 mahasiswa-ugm-inovasikan-mesin-pemberi-pakan-ternak-efisien-Ul2eLaM7ci.jpg Foto: Tangkapan layar.

JAKARTA - Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan prototipe (model) mesin pemberi pakan ternak ayam broiler otomatis dengan biaya operasional lebih murah daripada mesin yang sudah beredar di pasaran.

Prototipe tersebut diberi nama Smart Feeder Based on Piezoelectric System. Inovasi Smart Feeder ini diketahui masuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Karya Cipta (KC) yang lolos pendanaan penuh dari Kemendikbudristek 2021 ini.

BACA JUGA: Mahasiswa UGM Buat Tempat Sampah Penghancur Masker Medis Berbasis Mikroba 

Prototipe Smart Feeder itu dikerjakan oleh empat mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu di UGM. Mereka adalah Reginald Jerian Pratama dan Luthfan Darmawan dari Fakultas Teknik, Iqbal Wahdan Salsabil dari Fakultas Peternakan, Rindi Eliza Arta dari Fakultas MIPA serta Rhiza Perdana Aldeansyah dari Sekolah Vokasi.

Dengan dibimbing oleh Ir. Bambang Sugiyantoro selaku dosen pembimbing, mereka berhasil menciptakan mesin pemberi pakan otomatis yang memiliki tingkat efisiensi tinggi. “Inovasi Smart Feeder Based on Piezoelectric System hadir sebagai solusi pendistribusian pakan yang murah, namun tetap fungsional,” ujar Iqbal Wahdan Salsabil melansir laman resmi UGM di ugm.ac.id, Sabtu (18/9/2021).

BACA JUGA: FTP UGM Kembangkan Flatform Pendidikan Teknologi Pertanian MOOCs

Semua sumber energi yang memfungsikan Smart Feeder karya mahasiswa UGM ini diketahui berasal dari tranduser piezoelektrik. Dengan tranduser piezoelektrik, prototipe kemudian mampu mengubah pijakan kaki ayam broiler menjadi listrik.

Iqbal menjelaskan, biaya operasional terbesar beternak ayam broiler selama ini adalah beban listriknya. Oleh karena itu, usaha beternak ayam broiler hanya dapat dilakukan orang-orang yang mempunyai modal besar dan mereka berasal dari negara-negara luar.

“Lebih dari 90 % pangsa pasar ayam broiler didominasi oleh asing. Biaya operasional yang sangat tinggi menyebabkan peternak nasional hanya mampu bermain di ayam kampung. Padahal, tingkat konsumsi daging ayam di Indonesia makin tahun kian meningkat. (Oleh sebab itu) diperlukan inovasi teknologi tepat guna dalam mengurangi besarnya operasional pemeliharaan (tersebut),” ujarnya.

Selain memiliki biaya operasional yang lebih murah, Smart Feeder Based on Piezoelectric System tersebut dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembapan, sensor kualitas udara, serta sensor sisa pakan, sehingga mampu mengatur kuantitas pakan sesuai jadwal dan kebutuhan. Prototipe mesin pemberi pakan karya mahasiswa UGM tersebut pun juga dapat dipantau dengan menggunakan gawai karena turut dilengkapi dengan teknologi wireless.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini