Share

Kemendikbudristek Dorong Kolaborasi Kampus RI dengan Kampus Tiongkok Berkelas Dunia

Neneng Zubaidah, Koran SI · Sabtu 18 September 2021 21:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 623 2473460 kemendikbudristek-dorong-kolaborasi-kampus-ri-dengan-kampus-tiongkok-berkelas-dunia-EPyGs0TVPm.jpg Webinar Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek (Foto: Dok Ditjen Diktiristek)

JAKARTA - Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek mendorong kolaborasi perguruan tinggi Indonesia dengan perguruan tinggi di Tiongkok yang masuk ke dalam daftar 100 perguruan tinggi terbaik dunia.

Nizam mengungkapkan harapannya agar Indonesia dan Tiongkok dapat meningkatkan kolaborasi dan solidaritas. Peranan penting pendidikan tinggi salah satunya untuk perkembangan ekonomi.

"Dari program pertukaran pelajar ini mahasiswa dapat belajar dari satu sama lain dan menguatkan pertemanan antarnegara. Dampak lainnya antar profesor juga dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang sama, contohnya seperti dampak pemanasan global dari perubahan iklim," katanya melalui siaran pers, Jumat 17 September 2021.

Baca Juga:  Kampus di DKI Bersiap Lakukan PTM Terbatas

Lebih lanjut, Nizam menjelaskan mengenai program Kampus Merdeka untuk dapat menjadi sarana kolaborasi antara kedua negara. Ia mengungkapkan melalui program Kampus Merdeka para mahasiswa mendapatkan manfaat yang banyak. Utamanya dalam proses belajar dan mengajar.

Untuk itu, program Kampus Merdeka ini diharapkan dapat menginspirasi berbagai universitas dan dapat menambah ketertarikan para mahasiswa dalam meningkatkan dan mengembangkan potensinya agar menjadi yang terbaik. Adapun dalam program ini para mahasiswa dapat menghabiskan 2 semester untuk mendapatkan pengalaman bekerja dalam berbagai profesi.

"Tujuan dari program ini sendiri untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja saat mereka lulus nanti. Semua aktivitas para mahasiswa tersebut diawasi oleh para mentor profesional yang berperan juga menjadi guru mereka. Saya berharap semoga dengan program-program yang dijalankan ini dapat mempererat hubungan antarnegara dan juga dapat menambah ilmu bagi para pelajar,” imbuhnya.

Baca Juga:  Magang hingga Sertifikasi Akan Bantu Mahasiswa Cepat Diserap Industri

Sekretaris Ditjen Diktiristek Paristiyanti Nurwardani menyampaikan, untuk mendorong perguruan tinggi bersaing di kancah internasional maka salah satu upaya dilakukan dengan mempererat hubungan bilateral dengan negara lain.

Hubungan baik bilateral Indonesia-Tiongkok dalam hal pendidikan tertuang dalam MoU pada tahun 2015. Selanjutnya pada 2016 juga telah ditandatangani MoU mengenai program beasiswa dan kesepakatan kualifikasi pendidikan tinggi antara Indonesia-Tiongkok.

Pada saat itu, Indonesia menandatangani MoU kerja sama bilateral untuk 200 beasiswa Indonesia-Tiongkok dalam pendidikan maritim dan vokasi. Paris menambahkan, pada 16 November 2017 lalu, Kementerian Pendidikan Tiongkok mengadakan pameran pendidikan tinggi Indonesia. Kegiatan ini untuk memperkenalkan perguruan tinggi Indonesia dan Tiongkok sekaligus meningkatkan kerja sama bilateral.

“Kerja sama kedua negara di bidang pendidikan tinggi berpotensi besar untuk lebih dikembangkan lagi. Salah satunya melalui pelaksanaan pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan mengembangkan sumber daya manusia, serta mendorong kolaborasi perguruan tinggi Indonesia dan Tiongkok,” ujarnya.

Dengan adanya kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini, Paris berharap melalui kegiatan ini akan semakin mendorong perguruan tinggi Indonesia untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi terbaik di Tiongkok.

Selain itu, juga sekaligus membuka pintu kerjasama dengan universitas terbaik dunia yang lain sehingga dapat meningkatkan kualitas perguruan tinggi Indonesia serta menambah semakin banyak perguruan tinggi kelas dunia di Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun menambahkan, hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok yang telah terjalin dengan baik mulai terbentuk dari tahun 2005 sebagai strategic partner lalu meningkat pada tahun 2013 menjadi comprehensive strategic partnership.

Menurutnya, hubungan bilateral yang baik harus berdasarkan pada 3 pilar utama yaitu politic insecurity, ekonomi dan pembangunan, sosial budaya dan pendidikan.

Djauhari juga mengungkapkan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah memberikan 3.000 beasiswa dan gelar sarjana untuk mahasiswa Indonesia. Kedua belah pihak juga mencapai kesepakatan untuk memberikan pendidikan kejuruan bagi 500 mahasiswa Indonesia di 23 jurusan terkait.

Sekretaris Umum ASEAN China Centre Chen Dehai berharap, pertukaran pelajar antara Indonesia dan Tiongkok dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Utamanya pada saat musim pandemi saat ini. Selain itu, hal ini juga untuk memulihkan kondisi ekonomi dari kedua negara.

Dia berharap, melalui forum ini kedua negara membawa sumber daya yang berkualitas. Melalui forum ini juga dapat membangun platform untuk universitas Indonesia dan Tiongkok untuk menambahkan pengalaman masing-masing.

“Tahun ini sekaligus memperingati 30 tahun dialog Asia-China, dalam 3 dekade ini kita mendapatkan penghargaan yang tidak terlupakan dalam hubungan Asia-China. Indonesia memegang salah satu peran penting di Asia, pertukaran pelajar ini menjadi jembatan antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia dan Kedutaan Besar Indonesia untuk China dan lain lainnya,” tutur Chen.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini