Mahasiswa UB Buat Bahan Pembalut dari Limbah Agar-Agar yang Diklaim Cegah Kanker Serviks

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 04 September 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 04 623 2466165 mahasiswa-ub-buat-bahan-pembalut-dari-limbah-agar-agar-yang-diklaim-cegah-kanker-serviks-noCEO1stde.jpg Foto: Dok UB

KOTA MALANG - Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) memanfaatkan limbah agar-agar membuat inti penyerap pembalut wanita. Diklaim bahan-bahan olahan dari limbah agar-agar aman bisa mencegah terjadinya kanker serviks.

Lima mahasiswa ini adalah Galuh Zhafirah Gafnie, Riska Sulistianti Putri, Rafifa Bunga Jashinta, Nur Amalani Saputri, dan Abdul Gafur yang dibiimbing langsung oleh Dr. Ir. Anies Chamidah, MP, terinsipirasi membuat limbah agar-agar menjadi sebuah bahan pembalut untuk mencegah kanker serviks.

Mengingat sejauh ini penggunaan bahan sintetis seperti dioxin, pewangi, dan pemutih yang sering diaplikasikan. Sayang pada bahan - bahan ini memiliki efek samping yang kurang baik bagi kesehatan tubuh, salah satuya adalah kanker serviks.

Berdasarkan data dan informasi Kemenkes pada tahun 2015, jumlah penderita penyakit kanker serviks di Indonesia mencapai 98.692 kasus, dimana sebagian besar masih termasuk dalam usia subur.

Baca juga: Olahan Porang Mahasiswa Brawijaya Sabet Penghargaan Bergengsi Internasional

Anggota tim Galuh Zhafirah Gafnie menyebut, di limbah agar-agar ini memiliki adanya kandungan yang selulosa cukup tinggi, antara 27,38 - 39,45 persen. Kandungan selulosa inilah yang diubah menjadi sebuah hydeogel, yang nantinya akan dicampurkan dengan kitosan. Kitosan sendiri memiliki sifat sebagai antibakteri yang tidak berbau, dan tidak berbahaya bagi tubuh. 

“Inti penyerap ini memiliki sifat yang ramah lingkungan, karena dibuat dari pemanfaatan limbah hasil produksi agar-agar dan limbah karapas (kulit) udang, sehingga akan lebih mudah didegradasi oleh bakteri pengurai," ujar Galuh saat saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Sabtu sore (4/9/2021).

Tak hanya itu, bahan kitosan ini juga menjadikan penyerap pembalut aman dari penyebab iritasi dan penyakit lainnya. "Selain itu, inti penyerap ini juga aman bagi pengguna karena terkandung kitosan didalamnya,” ujarnya.

Galuh berharap, penelitian yang dilakukan dapat menjadi solusi atas keresahan yang terjadi di masyarakat. Mengingat sejumlah pembalut yang tersedia di pasaran rentan akan mengandung bahan penyebab kanker serviks. Walaupun sudah ada beberapa alternatif lainnya, seperti menstrual cup dan pembalut kain. Namun mayoritas wanita terutama di Indonesia, masih banyak menggunakan pembalut pada saat menstruasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini