Mahasiswa UGM Bikin Alat Penyimpanan Vaksin Covid-19

Neneng Zubaidah, Koran SI · Rabu 01 September 2021 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 65 2464294 mahasiswa-ugm-bikin-alat-penyimpanan-vaksin-covid-19-13D79vT4Nq.png Mahasiswa UGM pembuat alat penyimpan vaksin Covid-19 (foto: dok UGM)

JAKARTA - Untuk menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah menggalakkan program vaksinasi nasional. Berbagai vaksin yang telah didatangkan dari luar negeri didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia.

Tentu terdapat tantangan tersendiri dalam proses pendistribusian ini. Pertama, vaksin yang didistribusikan tersebut harus dijaga dengan suhu 2-80C sampai ke tempat dilaksanakannya vaksinasi.

Baca juga:  Satgas : Indonesia Berperan Mengubah Pandemi Covid-19 Menjadi Endemi

Kedua, terkait bagaimana mendistribusikan vaksin ke daerah-daerah terpencil di Indonesia, layaknya daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), dimana membutuhkan waktu sampai berhari-hari?

Tantangan tersebut kemudian dijawab oleh lima orang mahasiswa UGM yang terdiri dari Muhammad Rizqiansyah (Teknik Fisika 2018), Ananda Fikri Nugroho (Teknik Fisika 2018), Devara Zain Al Adid (Teknik Elektro 2018), Kaninda Khairunnisa (Teknik Fisika 2019), dan Fauzian Sekar Indrasyah (Farmasi 2019).

Baca juga:  Sekolah Pastikan Semua Siswa yang Ikut PTM dalam Keadaan Sehat

Mereka mengembangkan alat penyimpanan vaksin Covid-19 yang dapat menyimpan vaksin tetap aman sampai ke daerah terpencil sekalipun. Alat tersebut diberi nama Smart Vaccine Tube.

Bentuknya kotak ringan yang dapat digendong/disandang layaknya tas. Pengembangan alat tersebut diketahui masuk dalam program PKM-KC yang berhasil mendapat pendanaan penuh dari Kemendikbud Ristek tahun 2021 ini.

“Tujuannya alat penyimpanan vaksin ini (agar) dapat mempercepat akselerasi program vaksinasional terutama ke daerah terpencil, seperti daerah 3T. Harapannya jumlah target sasaran vaksinasi di Indonesia bisa tercapai dan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dalam waktu dekat sehingga semuanya bisa normal kembali,” ungkap Ketua Tim Muhammad Rizqiansyah dilansir dari laman resmi UGM di ugm.ac.id, Rabu (1/9/2021).

Smart Vaccine Tube tersebut berbasis dari teknologi superthermos. Dengan menggunakan bahan berupa aluminium bubble foil dan styrofoam, Smart Vaccine Tube dirancang memiliki empat layer (lapisan) dari luar. Suhu dalam kotak didinginkan menggunakan peltier.

Pada bagian atas, penutup luar, terdapat LCD dan indikator LED yang berfungsi untuk memonitoring temperatur dalam kotak.

Indikator LED tersebut akan berwarna hijau jika temperatur dalam kotak berada diantara 2,5-7,50C. Berwarna kuning jika temperatur berada diantara 2-2,50C atau 7,5-80C. Berwarna merah jika temperatur dalam kotak di luar suhu 2-80C.

Dalam Smart Vaccine Tube pun terdapat wadah vaksin (dibuat dengan menggunakan teknologi 3D printing) yang berfungsi sebagai dudukan vaksin agar terhindar dari goncangan selama pendistribusian.

Perlu diketahui juga, pembuatan Smart Vaccine Tube ini menghabiskan biaya yang terjangkau dengan karakteristik penyimpanan cukup lama sekaligus hemat energi.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, dari sasaran vaksinasi lebih kurang 208 juta penduduk. Per 31 Agustus 2021, vaksinasi dosis 1 baru terlaksana 30% atau sekitar 60 juta. Sedangkan, vaksinasi dosis 2 baru tercapai 17% atau sekitar 35 juta. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini