Share

Dies Natalis Ke-58, Rektor IPB Paparkan Tiga Disrupsi Besar Munculkan New Normal Economy

Tim Okezone, Okezone · Rabu 01 September 2021 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 623 2464538 dies-natalis-ke-58-rektor-ipb-paparkan-tiga-disrupsi-besar-munculkan-new-normal-economy-LgHn44CRPR.jpg Rektor IPB. (Foto: IPB TV)

JAKARTA - Rekor IPB University, Prof Dr Arif Satria memaparkan tiga disrupsi besar yang harus direspons semua pihak. Hal itu disampaikannya dalam Pidato Peringatan Dies Natalis Ke-58 IPB University, Rabu (1/9/2021).

Arif Satria memaparkan, saat ini dunia sedang mengalami tiga disrupsi, yakni perubahan iklim, revolusi industri 4.0 dan pandemi Covid-19.

“Perubahan iklim sudah kita rasakan dan sudah semua menyaksikan urgensi bagaimana adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, berdampak besar ke pertanian, kesehatan, sosial dan energi, dan lainnya,” ujarnya.

Sedangkan revolusi industri 4.0 ditandai dengan banyaknya teknologi baru yang berdampak ke dunia bisnis, prilaku individu, dunia pendidikan dan lain sebagainya. Saat ini, setiap individu harus bisa beradaptasi dan menguasi skill-skill baru.

Sedangkan pandemi Covid-19 mengubah kehidupan sosial, gaya hidup, kepedulian kesehatan meningkat, perlambatan ekonomi, dampak ke pendidikan hingga ekologi.

Baca juga: Presiden Jokowi: Jadikan IPB Kampus Pelopor Inovasi

“Dampak pandemi ke ekologi nyata, aktivitas masyarakat menurun, aktivitas energi, industri menurun sehingga tingkat emisi CO2 menurun. Ini memberi dampak positif ke lingkungan hidup, beri efek positif terhadap beban konsumsi bahan bakar, tapi kebutuhan air meningkat, listrik meningkat. Artinya ada urgensi memperkuat sistem pangan dan kebutuhan mineral,” lanjutnya.

Arif Satria melanjutkan, tiga disrupsi itu membawa perubahan besar karena melahirkan satu model ekonomi baru.

“Perubahan iklim membuat semakin peduli lingkungan memunculkan green economy, blue economy, sekuler economy. Sedangkan industri 4.0 melahirkan sharing econoy, digital economy. Belum selesai perubahan itu, kita ketemu pandemi, sehingga muncul new normal economy,” ucapnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Dia melanjutkan, IPB berusaha memformulasikan new normal economy, dengan poin tujuh poin perubahannya. 

“Pertama, agromaritim jadi fokus perkembangan berkelanjutan, dua desa sebagai pusat pertumbuhan baru berbasiskan keunggulan lokal, tiga ekonomi moral sebagai fondasi ketangguhan sosial ekonomi,” ucap Arif.

Keempat, rkonomi digital untuk meningkatkan efisiensi dan akses sumberdaya. Kelima, ekonomi hijau/biru untuk meningkatkan nilai tambah dan produksi berkelanjutan. Keenam, perilaku sehat dan hijau untuk mendukung konsumsi yang berkelanjutan. Ketujuh, inovasi sebagai penggerak techno-sociopreneurship.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini