Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tinjau PTM Terbatas, Disdik DKI Jakarta: Semua Berjalan Sesuai SOP

Dominique Hilvy Febiani , Jurnalis-Senin, 30 Agustus 2021 |15:04 WIB
 Tinjau PTM Terbatas, Disdik DKI Jakarta: Semua Berjalan Sesuai SOP
Illustrasi siswa sekolah tatap muka (foto; Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah mengungkapkan hari pertama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Cakung Barat 15, Jakarta Timur.

“Kita kan memang seluruh sekolah 610 itu dimonitor oleh pejabat atau pengawas, sejauh ini belum ada laporan yang signifikan tentang terjadinya hal yang tidak dinginkan. Semuanya berjalan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan melalui assesmen 1-2 dan pelatihan-pelatihan,” kata Taga kepada wartawan, Senin (30/8/2021).

Baca juga:  Survey KPAI: Kesiapan Sekolah untuk PTM Meningkat

Ia menegaskan, bahwa PTM yang dilaksanakan di sekolah tersebut sudah berjalan sesuai SOP yang ditetapkan.

“Jadi apa yang saya amati sebagai contoh di sini saya amati ini benar-benar protokol kesehatan dijaga dengan ketat dari mulai anak masuk sekolah, cuci tangan lalu datang ke kelas kemudian di kelas ada jaga jarak 1,5 meter, sampai waktu pulang pun dari sekolah keluar itu saya amati alhamdulillah teman-teman guru itu sangat bertanggungjawab terhadap prokes,” katanya.

Baca juga:  Orangtua Pilih Antarjemput Anaknya ke Sekolah

Taga menjelaskan, bahwa sekolah tersebut memastikan seluruh peserta PTM mematuhi protokol kesehatan.

“Yang saya pantau di SD Cakung Barat 15 itu sudah sesuai dengan SOP jadi setiap meja hanya 1 orang dan ada garis silang untuk tidak diduduki siswa, jadi diperkirakan ada 1,5 meter jaraknya, kedua guru juga memastikan anak-anak itu membawa makanan membawa minuman untuk apa untuk mereka kalau istirahat tidak jajan tapi makan yang dibawa,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa pihak sekolah memastikan seluruh siswa untuk melakukan pengecekan suhu tubuh.

“Saya lihat pengecekan suhu dari awal suhu tubuh ya dari pintu gerbang dicek oleh petugas sekuriti lalu ada satu dua juga untuk mencatat supaya tidak hilang hasil cek suhu tubuh itu dibawa ke guru kelas, dan itu ditulis semua, ditulis lalu setelah belajar kemudian keluar dari kelas pun lewat jalur berbeda agar tidak terjadi pertemuan antara anak yang masuk dan keluar,” sambungnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement