Suherman mengakui meski vaksinasi berjalan lancar, dalam pelaksanaannya sempat menghadapi kendala, yakni penolakan dari orang tua siswa.
"Ada beberapa catatan, yang kemarin orang tuanya tidak mengizinkan. Tetapi setelah kami ajak bicara dan diskusi, akhirnya memperbolehkan. Ini hanya di satu, dua sekolah saja," kata dia.
Dengan target vaksinasi rampung secepatnya, ia berharap apabila pembelajaran tatap muka dimulai dalam waktu dekat, SMA/SMK di DIY sudah siap mengingat seluruh guru telah mendapatkan vaksin.
Menurut dia, salah satu syarat sekolah boleh melaksanakan tatap muka apabila seluruh siswanya telah divaksin. "Meski sampai akhir Agutus baru dosis pertama, tidak ada masalah karena untuk dosis kedua nanti tinggal mengikuti," kata dia. (din)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik