Share

2.666 Madrasah Bakal Diguyur Anggaran Bantuan Afirmasi Rp399,9 Miliar

Tim Okezone, Okezone · Minggu 08 Agustus 2021 07:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 08 624 2452564 2-666-madrasah-bakal-diguyur-anggaran-bantuan-afirmasi-rp399-9-miliar-aOsZ9shztP.jpg Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani. (Foto: Kemenag)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan Rp399,9 miliar sebagai anggaran Bantuan Afirmasi Madrasah hingga mencapai Rp399,9 miliar. Anggaran ini rencananya diperuntukkan bagi 2.666 madrasah.

Bantuan anggaran ini akan diimplementasikan melalui Program Realizing Education’s Promise – Madrasah Education Quality Reform.

"Tahun ini kita siapkan Bantuan Afirmasi Madrasah untuk 2.666 madrasah, masing-masing mendapat Rp150juta. Totalnya mencapai Rp399,9 miliar," terang Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani dilansir dari laman Kemenag.

Pria yang akrab disapa Dhani ini menjelaskan, bantuan tersebut diberikan kepada madrasah yang sudah menerapkan sistem Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan sistem e-RKAM (Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis Elektronik) yang sudah dilatihkan pada 2020 dan mulai diaplikasikan tahun ini.

Baca juga: Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Sosok Orangtua yang Demokratis


Baca juga: Alasan Tak Terduga Prajurit Ingin Jadi Tentara

Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk uang tunai. Namun demikian, pemanfaatannya harus didasarkan pada kebutuhan mendesak madrasah yang dirumuskan berdasarkan hasil EDM serta sesuai juknis yang ditetapkan.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi menambahkan, bantuan antara lain bisa digunakan dalam rangka penguatan digitalisasi madrasah. Selain itu juga bisa untuk meningkatkan kualitas sanitasi, dan kebutuhan program lainnya dalam rangka mendukung mutu pembelajaran di madrasah.

"Juknis penyaluran bantuan sudah selesai. Insya Allah mulai September bantuan akan mulai didistribusikan," terangnya.

Isom mengakui bahwa pemberian bantuan afirmasi ini belum bisa menyasar ke seluruh madrasah. Hal itu disebabkan keterbatasan anggaran Kementerian Agama.

"Kami berharap Pemerintah Daerah juga bisa mengalokasikan Dana Alokasi Khusus nya untuk membantu siswa-siswa madrasah yang juga merupakan putera-puteri daerah. Kami telah menerapkan sistem e-RKAM sebagai platform e-planning dan e-budgeting madrasah, sehingga akuntabilitas pelaporan bantuan dapat dijamin," tegasnya.

Dia juga menjelaskan, program digitalisasi madrasah sudah dilakukan sejak 2019, sebelum pandemi. Sejumlah program yang dilakukan antara lain merevisi juknis relaksasi pemanfaatan dana BOS hingga bisa digunakan untuk menunjang sistem pembelajaran online.

Upaya lainnya adalah memberikan bantuan pengadaan server dan Jaringan Komputer CBT (Computer Based-Test) untuk semua jenjang, baik itu Madrasah Aliyah, Tsanawiyah maupun Ibtidaiyyah.

“Anggaran untuk bantuan ini memang tidak banyak, sangat terbatas. Tahun ini kuota penerima bantuan ini sebanyak 200 Madrasah Aliyah, 250 Madrasah Tsanawiyah, dan 100 Madrasah Ibtidaiyah,” tutur M. Isom.

Kemenag juga memberikan bantuan pembangunan Madrasah Negeri melalui dana SBSN (Surat Berharga Sukuk Nasional) sejak 2019. Salah satu pemanfaatan bantuan tersebut adalah untuk menunjang implementasi kelas digital. Sampai tahun ini, bantuan pembangunan madrasah negeri melalui SBSN masih berlangsung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini