Pakar IPB University Sebut Pisang Berpotensi Jadi Pengganti Pangan Pokok

Neneng Zubaidah, Koran SI · Sabtu 07 Agustus 2021 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 65 2452168 pakar-ipb-university-sebut-pisang-berpotensi-jadi-pengganti-pangan-pokok-0YsGcQmo0M.jpg IPB University (foto: Dok Sindo)

JAKARTA - Pangan pokok merupakan makanan utama sehari-hari sesuai potensi sumber daya dan kearifan lokal. Meningkatnya pertumbuhan populasi manusia turut mempengaruhi kebutuhan pangan.

“Kita tidak bisa bergantung dengan satu pangan saja. Tahun 2045 nanti, akan sulit kalau kita bergantung pada beras. Masih ada stigma di masyarakat mengenai makan oyek berarti miskin. Cultural value makanan pokok menunjukkan rasa makanan bisa diterima, memberikan nilai sosial serta baik untuk kesehatan,” ujar Guru Besar IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Prof Sobir melalui siaran pers, Sabtu (7/8/2021).

Baca juga:  Peneliti IPB University Kembangkan Wisata Budaya Kasepuhan Citorek

Prof Sobir mengatakan, pangan pokok akan digantikan oleh buah, sayur, dan ikan. Ia pun menyebut pisang adalah buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Baca juga:  Begini Bentuk Pengabdian Mahasiswa IPB untuk Bantu Anak Sekolah

Pisang mengandung serat, vitamin, dan mineral, kalsium dan kalium. Pisang memiliki kalsium dan kalium yang tinggi. Manfaat kalium yang tinggi adalah menjaga tekanan darah.

“Pisang dikonsumsi untuk memberi energi instan. Atlet ternama di dunia juga mengkonsumsi pisang. Tidak ada anggapan mengkonsumsi pisang berarti status sosial menurun. Oleh karena itu, pisang berpotensi menjadi pengganti pangan pokok,” jelasnya.

Guru Besar Divisi Genetika dan Pemuliaan Tanaman IPB University ini menerangkan, manfaat pisang lainnya adalah pisang tidak membuat berat badan berlebih. Karena serat yang tinggi, pisang memberikan rasa kenyang.

Pisang pun sifatnya beragam sehingga dapat masuk ke berbagai kalangan dan level konsumsi pangan. Namun di balik itu, pisang memiliki tantangan untuk diversifikasi.

Menurut Prof Sobir, penyimpanan pisang terbilang sulit dibanding beras. Rantai pasok dari hulu juga tidaklah murah.

“Jumlah produksi pisang seperempat dari produksi beras. Potensi produksi pisang bisa mencapai 55 ton per hektar. Pisang bisa dimanfaatkan menjadi olahan primer dan industri olahan,” tambahnya.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University ini menambahkan, buah pisang bisa diolah menjadi banana fries. Contoh industri olahan pisang adalah kue, snack, jus, dan makanan bayi.

“Diversifikasi pangan pokok ditargetkan untuk usia muda karena paling dominan. Rajin mengkonsumsi pisang membentuk kebiasaan makan yang baru, sehingga bisa diteruskan ke generasi berikutnya. Dengan kampanye “One Day With Banana”, kita bisa mengurangi konsumsi beras,” tutupnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini