Mahasiswa UGM Gagas Kemasan Makanan dari Rumput Laut

Tim Okezone, Okezone · Kamis 05 Agustus 2021 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 05 65 2451322 mahasiswa-ugm-gagas-kemasan-makanan-dari-rumput-laut-c1VzLwlomX.jpeg Universitas Gajah Mada (foto: ist)

YOGYAKARTA - Empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggagas pengembangan kemasan makanan yang aman bagi kesehatan, dan ramah lingkungan dari rumput laut sebagai pengganti kemasan styrofoam.

“Keberadaan rumput laut di Indonesia cukup melimpah dan berpotensi digunakan sebagai bahan kemasan di masa depan yang aman dan ramah lingkungan,” papar ketua tim pengembang, Ilham Firdhausi, seperti dikutip dari ugm.ac.id.

Baca juga: UGM Sabet 14 Medali di Ajang KN MIPA 2021

Gagasan pengembangan bioplastik dari rumput laut ini lahir dari pemikiran Ilham bersama dengan teman satu fakultasnya di Fakultas Teknologi Pertanian yakni I Nyoman Anggie Pratishta dan Arif Ramadhan serta Dimas Wahyu Prasetyo dari Fakultas Biologi di bawah bimbingan Andika Wicaksono Putro, S.T.P., M.Sc. Konsep tersebut berhasil lolos mendapatkan pendanaan dari Kemdikbudristek melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Gagasan Futuristik (PKM-GFK) 2021.

Baca juga:  Cegah Penularan Covid-19, Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Deteksi Kerumunan

Ilham menjelaskan pemilihan rumput laut sebagai bahan kemasan karena di dalamnya mengandung senyawa karagenan. Senyawa ini merupakan salah satu fikokoloid yang menunjukkan kemampuan pembentukan film yang sangat baik.

Dalam pembuatan bioplastik rumput laut ini menggunakan karagenan sebagai bahan utama. Lalu, diberikan penambahan bahan pendukung yaitu gliserol, air dan beeswax. Berikutnya, karagenan dicampur dengan air dan gliserol untuk dipanasakan lalu diberikan tambahan beswax. Setelah larut lalu disaring yang selanjutnya dicetak sebagai kemasan makanan. Terakhir dilakukan proses pengeringan sebelum siap digunakan.

Arif menambahkan, gagasan kemasan makanan dari rumput laut ini menawarkan solusi alternatif untuk mengatasi persoalan sampah plastik, terutama pencemaran laut akibat sampah plastik termasuk styrofoam. Kemasan makanan dari rumput laut ini memiliki nilai aman bagi makanan dan lingkungan. Selain dapat terdegradasi di alam juga bisa menjadi pupuk organik bagi tanaman.

“Kalau styrofoam setelah dipakai tidak punya nilai ekonomis, hanya menjadi limbah yang mencemari lingkungan dengan waktu urai yang sangat lama,” terangnya.

Ia mengatakan saat ini mereka terus melakukan pengembangan dan evaluasi guna mendapatkan formula terbaik agar diperoleh kemasan yang lebih layak pakai. Dengan begitu, diharapkan kedepan gagasan tersebut dapat diimplementasikan dan berkontribusi dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan lingkungan akibat penggunaan styrofoam. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini