Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Penularan Covid-19, Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Deteksi Kerumunan

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 04 Agustus 2021 |18:02 WIB
 Cegah Penularan Covid-19, Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Deteksi Kerumunan
Mahasiswa UGM saat melakukan tes alat deteksi kerumunan (foto: Dok UGM)
A
A
A

YOGYAKARTA - Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sistem deteksi kerumunan guna mencegah penularan Covid-19.

“Sistem yang kami kembangkan ini dapat mendeteksi adanya kerumunan sekaligus menampilkan informasi kapan dan dimana kerumunan terjadi,” kata Ketua tim peneliti, Zulfa Andriansyah, seperti dikutip dari ugm.ac.id.

Baca juga: Terima 9.120 Maba, Rektor UGM : Kembangkan Minat Bakat Potensi Lewat Kreasi

Zulfa menjelaskan sistem yang diberi nama Syncrom atau kepanjangan dari System of Detection and Crowd Mapping ini dibuat berbasis berbasis Deep Learning dan WebGIS. Dengan begitu, melalui sistem ini dapat mendeteksi adanya kerumunan dengan menyajikan informasi jumlah massa dan menampilkan visualisasi kondisi di lapangan baik waktu dan tempat terjadinya kerumunan secara near realtime (mendekati realtime).

“Dengan platform ini sistem pemantauan bisa dilakukan secara terus-menerus selama 24 jam. Data terus diupdate setiap 30 detik,” terang mahasiswa Fakultas Geografi UGM ini.

 Baca juga: Rektor : UGM Komitmen Berkontribusi Nyata Dalam Penanganan Covid-19

Syncrom dikembangkan oleh Zulfa bersama dengan keempat rekannya yaitu M. Ihsanur Adib (Kartografi dan Penginderaan Jauh), Wahyu Afrizal Bahrul Alam (Teknologi Informasi), Malik Al-Aminullah Samansya (Teknik Nuklir), dan Najmuddin Muntashir ‘Abdussalam (Teknik Industri) di bawah bimbingan Dr. Taufik Hery Purwanto, M.Si. Purwarupa ini lahir lewat Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) tahun 2021 yang memperoleh dana hibah pengembangan sebesar Rp9 juta dari Kemdikbudristek.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement