Indonesia dan Inggris Perkuat Kerjasama di Bidang Pendidikan Tinggi

Neneng Zubaidah, Koran SI · Rabu 28 Juli 2021 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 65 2447207 indonesia-dan-inggris-perkuat-kerjasama-di-bidang-pendidikan-tinggi-pc9lyZA7xK.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama dengan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, menyelenggarakan the 5th Joint Working Group (JWG) on Higher Education secara daring. JWG tersebut dilaksanakan untuk mengkaji kembali perkembangan yang terjadi sejak pelaksanaan JWG ke-4 pada November 2020.

“Pelaksanaan JWG tersebut juga sebagai momen untuk saling memperbaharui informasi, seperti penggabungan bidang riset dan teknologi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang kini menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,” terang pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek Ainun Na’im melalui siaran pers.

Baca juga:  Kemendikbudristek Gandeng IEEE Perkuat SDM Bidang Keteknikan

Sementara itu, delegasi Inggris diketuai oleh Sir Steve Smith selaku United Kingdom (UK) Government International Education Champion beserta rombongan terdiri dari Aisling Conboy (Higher Education Specialist-Department for International Trade (DIT), Hugh Moffatt (Country Director-British Council Indonesia), dan perwakilan dari DIT dan Department for Education (DfE) Inggris serta Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.

Pertemuan membahas dua topik utama yang berfokus pada pengembangan kerja sama di bidang pendidikan tinggi dan kebijakan Kampus Merdeka. Pertama, mengenai Trans-National Education (TNE) yang merupakan penyediaan pendidikan, kursus, atau program studi dari universitas-universitas Inggris di luar negeri.

 Baca juga: Tingkatkan Kompetensi Dosen, Kemendikbudristek Gelar Pelatihan Teknologi Digital

Pembahasan kedua mengenai Student Mobility yang membahas tentang dukungan institusi pendidikan tinggi di Inggris dalam mengoptimalisasi dukungannya terhadap program Kampus Merdeka, salah satunya adalah potensi keberlanjutan kerja sama dengan Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA) yang menjadi salah satu program unggulan Kampus Merdeka.

Selain itu keduanya juga membahas lebih lanjut peluang kerja sama antara program IISMA dengan program beasiswa milik pemerintah Inggris lainnya, salah satunya adalah Turing Scheme scholarship.

Pelaksanaan program IISMA dengan negara tujuan Inggris, tahun ini akan mengirimkan 181 mahasiswa yang berasal dari 51 universitas di Indonesia ke sepuluh universitas ternama di Inggris. Dengan kerja sama berkelanjutan tersebut, kata Sesjen Ainun, akan memberikan manfaat secara institusional antar universitas di kedua negara tersebut, dan mendorong kemitraan yang berkelanjutan.

Baca juga: Kemendikbudristek-Kominfo Gelar Kompetisi Video untuk Kampanye Pandemi

“Indonesia memiliki keinginan yang kuat untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Tinggi. Kami berharap universitas-universitas berkelas dunia seperti yang ada di Inggris dapat berkerjasama dengan universitas di Indonesia dan mendirikan kampus cabang di Indonesia,” tutur Sesjen Ainun

Pada kesempatan ini, perwakilan dari pemerintah Inggris, Sir Steve Smith, mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari 5 negara prioritas yang diberikan dukungan oleh Pemerintah Inggris.

Menurutnya, banyak perkembangan yang terjadi setelah pertemuan JWG ke-4 pada bulan November 2020, sehingga membuat pemerintah Inggris mendukung kemitraan yang berkelanjutan.

“Penting dilakukan pemetaan universitas antar kedua negara untuk mengakselerasi program Trans-National Education (TNE), seperti kemitraan antar universitas, serta pembukaan kampus cabang di Indonesia,” terangnya.

Ia menambahkan, bahwa terdapat potensi besar di pendidikan vokasi, kompetensi, dan keterampilan dari sektor-sektor unggulan di Inggris yang dapat dikerjasamakan dengan sektor pendidikan di Indonesia.

“Saya berharap untuk terus berkolaborasi dalam forum seperti JWG atau aktivitas serta inisiatif lainnya yang menjadi kesepakatan bersama yang berisi poin kunci dan aksi keberlanjutan, serta menumbuhkan komitmen kedua negara terhadap kolaborasi di bidang pendidikan,” pungkas Steve Smith. (din)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini