Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buka Gelombang Kedua, Kelas Internasional UNS Kolaborasi dengan Curtin University

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 20 Juli 2021 |17:08 WIB
Buka Gelombang Kedua, Kelas Internasional UNS Kolaborasi dengan Curtin University
UNS (Foto: Sindonews)
A
A
A

JAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali memperluas kesempatan untuk bisa kuliah di kampus benteng pancasila ini dengan membuka gelombang kedua program kelas internasional bagi mahasiswa program sarjana tahun akademik 2021/2022. Kelas internasional dibuka untuk Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi dan Prodi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis(FEB).

Kelas Internasional UNS ini merupakan program pendidikan tingkat sarjana yang berkolaborasi dengan Curtin University Perth Australia.

“Kurikulum kelas internasional ini hampir sama dengan program reguler, yang membedakan adalah proses pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan Bahasa Inggris. Mahasiswa juga berkesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar, summer course, program double degree, visiting professor dan event internasional lainnya. Pastinya mahasiswa akan mendapatkan pengalaman pendidikan di luar negeri dan juga mendapat pengakuan internasional," kata Kaprodi Akuntansi FEB UNS, Agung Nur Probohudono, seperti dikutip, Selasa (20/7/2021).

Baca Juga:  UNS Produksi Nasal Cannula untuk Bantu Penanganan Pasien Covid-19

Meskipun kelas ini bercorak internasional, namun Agung memastikan bahwa kelas ini tidak didesain untuk menjadi kelas eksklusif. “Kami akan membentengi mahasiswa dari sikap yang tidak mencerminkan jati diri bangsa. Jargon-jargon yang fokus pada kearifan lokal juga akan kita tanamkan, seperti memayu hayuning bawana, urip hanguripi, agar bisa diimplementasikan para mahasiswa di kelas internasional ini," tegasnya.

Sementara Kaprodi SI Ekonomi Pembangunan FEB UNS, Bhimo Rizky Samudro, menyampaikan aspek yang dilihat di seleksi Kelas Internasional UNS ini meliputi potensi akademik, kemampuan berbahasa Inggris dan juga kepribadian peserta melalui tes wawancara.

“Pada informasi yang telah dishare, kita memang tidak mencantumkan berapa score TOEFL atau IELTS nya. Kita berkeinginan agar yang lolos di seleksi ini bukan hanya yang mempunyai kemampuan Bahasa Inggris yang bagus, namun juga memiliki kemampuan dalam bidang akademik dan dari sisi kepribadiannya. Dengan konsep seleksi demikian diharapkan kita mendapatkan input yang baik," ujar Bhimo.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement