Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
898

Kisah Prof Dr Mujibatun, Mantan Buruh Migran di Arab Saudi yang Jadi Guru Besar

Doddy Handoko , Jurnalis-Kamis, 15 Juli 2021 |07:37 WIB
Kisah Prof Dr Mujibatun, Mantan Buruh Migran di Arab Saudi yang Jadi Guru Besar
Prof Dr Mujibatun.(Foto:Istimewa)
A
A
A

PROF DR Mujibatun adalah Guru Besar atau Profesor Ilmu Hadist, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang.

Ternyata, sebelum jadi Guru Besar, Mujibatun pernah menjadi tenaga kerja wanita (TKW) atau buruh migran di Arab Saudi.

Kisah hidupnya menjadi TKW berawal dari tahun 1984. Beberapa bulan setelah lulus kuliah, ada informasi menjadi TKW di Arab. Selain bekerja juga bisa menunaikan ibadah haji. Ia akhirnya tertarik menjadi TKW, mendaftar menjadi pengajar membaca anak-anak.

Tahun 1985, ia menandatangai kontrak kerja selama 2 tahun. Ia berangkat dengan rombongan TKW yang alumni dari Perguruan Tinggi sebanyak 2 bus.

Baca Juga: Pengajuan Guru Besar Berbasis Online Makin Transparan Penilaian

Sampai di rumah majikannya di Riyadh, ia terkagum-kagum melihat rumahnya yang begitu megah dan luas seperti keraton. Majikannya seorang Emir atau Menteri di kerajaan Arab Saudi.

Ia menghitung kamarnya ada 100 buah. Tugasnya mengajar anaknya yang masih kecil, baca tulis. Sehari-hari menemani anaknya belajar membaca. Di rumah itu selain keluarga majikan, juga tinggal pembantu.

"Seingatn saya, pembantunya untuk masak 5 orang dari Sudan, untuk mengantar makanan dari Srilanka 3 orang dan untuk membersihkan kebun 5 orang," katanya.

Mobil majikannya ada beberapa seperti Cadilac, Mercedes yang terbaru saat itu, Porsche dan Ferari. Di bawah rumahnya terdapat bunker yang bisa untuk main bola , main basket atau bulu tangkis.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement