Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Berlaku saat PPKM Darurat, Ini Kata Jubir Tim GeNose C-19

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 08 Juli 2021 |19:01 WIB
 Tak Berlaku saat PPKM Darurat, Ini Kata Jubir Tim GeNose C-19
Tes GeNose (foto: Dok Sindo)
A
A
A

Menurut Hakim penambahan data varian baru Covid-19 akan semakin memperkuat Artificial Intelligence (AI) dan akurasi GeNose C19. GeNose C19 justru harus semakin terus digunakan pada situasi riil agar semakin cerdas.

“GeNose C19 ini ibarat hidung sekaligus otak elektronik. Jika keduanya dilatih terus secara serempak, kita akan memiliki teknologi inovatif yang praktis, simpel, dan tepat,” kata Hakim.

Saat ini, GeNose C19 juga masih tetap dipergunakan sebagai alat skrining di berbagai sektor dan kegiatan, antara lain perkantoran, kampus, pondok pesantren, dan korporasi.

“Operator GeNose C19 ini tidak akan rugi memiliki GeNose C19. Ke depannya, GeNose C19 bisa kita kembangkan untuk mendeteksi penyakit-penyakit terkait pernapasan lainnya, tidak hanya Covid-19. Hanya dengan mengganti ‘otak’-nya itu tadi,” jelas Hakim.

Hakim juga menepis keraguan masyarakat terhadap kemampuan GeNose C19 mendeteksi kemungkinan Covid-19 pada pengguna.

“Data kami menunjukkan bahwa GeNose C19 mampu mendeteksi terduga pengguna positif Covid-19 pada koridor perjalanan,” tuturnya.

Data itu mencerminkan tingkat persentase positif sebanyak 9 % (positivity rate) pada populasi calon pejalan yang tanpa gejala atau merasa sehat. Angka tersebut mendekati rata-rata tingkat positif nasional setinggi 14%. (din)

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement