Peta Jalan Pendidikan, Kemendikbud: Agama dan Pancasila Tetap Ada

Neneng Zubaidah, Koran SI · Selasa 09 Maret 2021 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 65 2375013 peta-jalan-pendidikan-kemendikbud-agama-dan-pancasila-tetap-ada-9On87BQ6dg.jpg Kantor Kemendikbud di Jakarta (Foto:Okezone/Dok))

JAKARTA - Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 tentang agama dan Pancasila dipastikan tetap ada.Pelaksana tugas (plt.) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Hendarman menyebutkan tercantum dalam peta jalan pendidikan itu bertujuan membangun profil Pelajar Pancasila sebagai SDM Unggul.

Di antara profil tersebut adalah pelajar yang “beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia”.

Pengembangan SDM unggul harus bersifat holistik dan tidak terfokus kepada kemampuan kognitif saja. Selain kompetensi abad 21, Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 dirancang agar ekosistem pendidikan mampu menghasilkan anak-anak Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

Baca Juga: ITS Naik Peringkat Versi QS World University Ranking by Subject 2021

“Agama sangat esensial bagi kita, bangsa Indonesia dan karenanya kami refleksikan pada profil Pelajar Pancasila. Kemendikbud tidak pernah berencana menghilangkan pelajaran agama. Pelajaran agama akan tetap ada,” tegas Hendarman yang juga Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud melalui siaran pers, Selasa (9/3/2021).

Menanggapi dokumen Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 yang beredar di tengah masyarakat, Hendarman mengakui bahwa sejauh ini, hanya ada satu rancangan atau draf Peta Jalan Pendidikan yang sudah pernah dibuat dan dokumen tersebut bukanlah dokumen final.

Baca Juga: Anggota Pramuka Bisa Masuk IPB University, Begini Caranya

”Dapat dilihat pada keterangan di setiap halaman bahwa dokumen tersebut masih berupa draf. Substansinya belum lengkap, sehingga tidak dapat dikatakan dokumen final,” terang Hendarman.

Hendarman menyebutkan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 mulai disusun atas masukan yang sangat positif dari Komisi X DPR. “Dalam perjalanannya, Kemendikbud telah bertemu dan meminta masukan kepada lebih dari 60 pihak, yakni organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, asosiasi profesi, institusi pendidikan, organisasi multilateral, dan lain sebagainya,” terangnya.

Hendarman menambahkan, saat ini status Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 masih berupa rancangan yang terus disempurnakan dengan mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak.

Kemendikbud mendengarkan dan menindaklanjuti kritik yang membangun. “Semua masukan yang sangat baik, termasuk penambahan kata-kata ‘agama’ secara eksplisit akan dipertimbangkan termuat pada pengembangan Peta Jalan Pendidikan selanjutnya,” ujar Hendarman.

Menutup penjelasannya Hendarman menyebutkan, “Kemendikbud menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas atensi berbagai kalangan demi penyempurnaan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 ini dan akan terus menyampaikan perkembangan terkait penyusunannya," pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini