Sehingga ketika bekisting suatu pengecoran sudah dapat dibongkar, bekisting tersebut dapat digunakan kembali untuk pengecoran lantai di atasnya. “Strategi ini cocok diterapkan pada pembangunan sebuah apartemen,” jelasnya.
Bekisting tersebut dinilai memberikan efek yang sangat baik karena kualitas yang dihasilkan. Mulai dari sambungan antarpanel yang konsisten, kepala kolom yang rapi, serta kehalusan hasil sehingga dapat mempercepat proses finishing.
Baca Juga: Unair Jadi Kampus Terproduktif Bidang Kesehatan dan Obat
“Hasil dari bekisting dipastikan presisi karena terdiri dari panel-panel yang tidak dapat dipasang apabila terdapat kesalahan pemasangan di lapangan,” katanya.
Jenis bekisting tersebut juga dapat didaur ulang dan dapat dipakai mulai 150 hingga 200 kali. Hal ini menyebabkan bekisting itu dinilai lebih ramah lingkungan, sebab tidak meninggalkan banyak sampah layaknya bekisting kayu konvensional.
“Kami juga memaksimalkan strategi tersebut menggunakan teknologi seperti Microsoft Project dan Building Information Modeling (BIM),” tutur mahasiswa ITS kelahiran tahun 1999 ini.