SLEMAN- Lima mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM mengembangakan alat pembuat asap cair yang diberi nama Redestilasi.
Alat ini bukan hanya untuk meningkatkan kualitas asap cair dari tempurung kelapa melalui proses pirolosis, namun juga bisa menyaring senyawa berbahaya dalam asap cair.
Lima mahasiswa itu, Nur Hidayah, Dwi Rahmasari Fatmawati, Dewi Rizqiyana, Aldi Riyanto, dan Sabda Alam. Dalam pengembangan teknologi Redestilasi mereka dibimbing oleh Dosen Departemen Kimia FMIPA UGM Mokhammad Fajar Pradipta.
Baca Juga: Dies Natalis ke-62, UPNVY Deklarasikan Kampus Sehat
Nur Hidayat mengatakan asap cair dari proses pirolisis tempurung kelapa dapat digunakan sebagai pengawet kayu dan koagulan, antimikroba dan pengawet alami makanan pengganti formalin atau boraks. Namun banyak UMKM yang memiliki keterbatasan alat untuk memproduksi asap cair dengan kualitas tinggi.
“Itulah dasar kami mengembangakan rancangan alat teknologi redestilasi asap cair sebagai solusi peningkatan kualitas asap cair ini,” kata Nur Hidayat, Kamis (19/11/2020).
Baca Juga: Unair Jadi Kampus Terproduktif Bidang Kesehatan dan Obat
Menurut Nur Hidayat selain untuk meningkatkan kualitas asap dengan kemampuan menjernihkan produk asap cair sehingga nantinya dihasilkan asap cair dengan grade 2 dan 1 yang memiliki nilai fungsional yang lebih baik dibanding asap cair grade 3.