JAKARTA-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan kesehatan dan keselamatan pelaku pendidikan menjadi prioritas Pemerintah. Seperti diketahui sekarang ini, kegiatan belajar telah dilakukan dari rumah sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19).
"Kami mengambil pendekatan berbasis keutamaan dalam membuat keputusan, dan keputusan pertama yang diambil adalah mengutamakan Kesehatan. Keselamatan guru, siswa, dan orang tuanya merupakan prioritas utama kami," kata Nadiem dalam keterangan resminya, Jumat (15/5/2020).
Nadiem mengatakan pihaknya terus bekerja sama dengan Pemerintah Daerah serta berbagai pihak untuk memastikan masa transisi pembelajaran di sekolah menjadi belajar dari rumah dapat berjalan sebaik mungkin. Ia juga mengakui pembelajaran di masa pandemi memang tidak mudah. Namun, pihaknya terus berupaya memastikan pembelajaran tetap terjadi.
Seperti diketahui, Indonesia memiliki sistem pendidikan terbesar keempat di dunia dengan populasi 45,3 juta siswa dan 2,7 juta guru. Hal tersebut membuat upaya penanganan dampak Covid-19 di dunia pendidikan menjadi tidak mudah dan tidak mungkin diseragamkan.
"Harus diakui situasi ini tidak optimal dan pencapaian pendidikan tidak akan sama pada saat krisis Covid-19 ini terjadi di Indonesia dan di negara lain di dunia. Oleh karena itu, kenyataan tersebut harus diterima dan berusaha mengurangi dampaknya sebanyak mungkin. Kemendikbud terus melakukan segala daya, siang dan malam untuk mencoba memperbaiki situasi ini," ungkapnya.
Namun, masa krisis ini menjadi momentum melakukan observasi guna mendapatkan umpan balik di lapangan. Kemendikbud terus berupaya menyediakan beragam solusi untuk memastikan setiap satuan pendidikan melakukan apa yang terbaik bagi mereka. Sekaligus mendorong terjadinya eksperimen guna menemukan pendekatan-pendekatan baru dalam pendidikan di masa depan.
"Kemendikbud harus mengambil bagian untuk membantu menghadirkan pemahaman mengenai apa kunci utama keluar dari krisis ini dan bagaimana berpartisipasi dalam hal itu," ujar Nadiem.