Universitas Sydney Siapkan Apartemen untuk Observasi Mahasiswa Terdampak Korona

ABC News, · Jum'at 06 Maret 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 65 2179247 universitas-sydney-siapkan-apartemen-untuk-observasi-mahasiswa-terdampak-korona-8AtzzmZ3bN.jpg Universitas Sydney. (Foto: Paul Miller/AAP Image/ABC News)

ANTISIPASI penyebaran virus korona atau Covid-19 terus dilakukan semua pihak di seluruh dunia. Hal ini salah satunya juga dilakukan Universitas Sydney (University of Sydney). Salah satu universitas terbesar di Australia tersebut memutuskan untuk menggunakan apartemen di salah satu kampusnya sebagai tempat observasi.

Hal ini dilakukan jika mahasiswa dari negara-negara paling besar terdampak virus korona yaitu China, Iran, dan Korea Selatan datang setelah larangan kunjungan dari Australia dicabut.

Sementara mahasiswa yang tinggal di apartemen tersebut sudah diberi tahu untuk mengosongkan gedung dalam waktu 48 jam. Pasalnya, unit di apartemen itu akan digunakan untuk mahasiswa terdampak virus korona yang tiba di Sydney.

Para mahasiswa yang baru tinggal selama 4 minggu dari masa sewa selama 48 minggu akan dipindah ke akomodasi lain milik universitas selama 8 minggu. Pihak universitas bakal menanggung biaya pemindahan dan menurunkan tarif sewa ketika mereka dipindahkan sementara.

"Siap-siaplah dengan barang-barang Anda sesegera mungkin untuk siap untuk dipindahkan," jelas surel yang dikirim kepada mahasiswa penghuni apartemen tersebut, Kamis 5 Maret 2020, seperti dikutip dari ABC News.

Pihak Universitas Sydney menyatakan apartemen tersebut sudah direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan New South Wales sebagai tempat yang paling ideal untuk karantina.

Mereka yang baru kembali dari daerah yang sekarang banyak memiliki kasus positif virus korona, termasuk China, Iran, dan Italia, telah diminta oleh pihak berwenang untuk mengarantina diri sendiri selama 14 hari.

"Sebelum Anda kembali ke kamar, universitas sudah melakukan pembersihan di kamar dan ruang umum lainnya," kata pihak kampus.

Tindakan ini diambil oleh pihak universitas untuk berjaga-jaga, jika kemudian mahasiswa diduga tertular virus korona, maka akan dipindahkan ke fasilitas medis.

Dinilai Sangat Mengganggu

Sam Johnson, mahasiswa tahun pertama Jurusan Ilmu Komputer Universitas Sydney, mengatakan baru saja tinggal di apartemen kampus tersebut selama satu bulan.

"Saya ikut prihatin dengan para mahasiswa dari China, namun saya kira universitas tidak menangani masalah ini dengan baik," katanya.

Ia mengatakan, pihak kampus seharusnya menyewa hotel untuk para mahasiswa yang baru tiba dari negara-negara tersebut.

Dia menuturkan, kabar karantina membuat banyak temannya yang sudah tinggal di apartemen itu selama sebulan terakhir merasa stres.

"Ini sangat mengganggu dan betul-betul tidak membantu konsentrasi mereka ke kuliah."

Dalam penjelasan kepada ABC News, pihak Universitas Sydney menerangkan mereka sudah membuat perencanaan berdasarkan 'beberapa skenario'.

"Bila pembatasan perjalanan dicabut, kami harus mengambil langkah agar seluruh mahasiswa, staf, dan komunitas aman. Kemudian mengurangi risiko penyebaran sesuai saran dari NSW Health," kata juru bicara universitas.

"Kami sadar memindahkan mahasiswa yang sudah ada di sana tidak nyaman buat mereka. Keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan para mahasiswa selalu menjadi prioritas."

Beberapa universitas di Austaralia sudah memberikan bantuan keuangan kepada mahasiswa internasional yang ingin kembali ke sana lewat negara ketiga.

Banyak mahasiswa menghabiskan waktu dua minggu di Thailand dan Hong Kong, sehingga mereka bisa kembali ke Australia untuk memulai kuliah di tahun ajaran baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini