Share

Mahasiswi UNY Ciptakan Sabun Daun Singkong, Diyakini Bisa Atasi Jerawat

Kuntadi, Koran SI · Rabu 04 Maret 2020 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 65 2178010 mahasiswi-uny-ciptakan-sabun-daun-singkong-diyakini-bisa-atasi-jerawat-p6zvBJQdBQ.jpg Daun singkong diulek (Kuntadi)

SLEMAN – Mahasiswi Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, DI Yogyakarta berhasil menciptakan sabun herbal yang terbuat dari daun singkong (manihot esculenta). Sabun ini diyakini bisa untuk menyembuhkan jerawat dan luka yang ditimbulkan dari bakteri Staphylococcus aureus.

Sabun ini ditemukan oleh Ananda Aprilia dan Annisa Nurrohmah, keduanya mahasiswi program studi pendidikan fisika.

Ide ini muncul karena daun singkong memiliki kandungan protein, beberapa mineral, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C dan karoten. Selain itu juga mengandung banyak karbohidrat, lemak, zat besi, fosfor, kalsium dan air, flavonoid, saponin dan triterpenoid.

“Flavonoid dan saponin memiliki aktivitas antimikroba dan antivirus. Triterpenoid memiliki aktivitas antivirus dan antibakteri, serta dapat mengobati kerusakan pada kulit,” kata Ananda, Rabu (4/3/2020).

 sabun singkong

Ananda Aprilia dan Annisa Nurrohmah (Kuntadi)

Flavonoid, jelas dia, memiliki aktivitas antibakteri dengan cara mengikat asam amino nukleofilik pada protein dan inaktivasi enzim. Senyawa saponin menyebabkan penurunan tegangan permukaan sel dan menyebabkan sel lisis. Senyawa tanin bekerja dengan cara mengikat dinding protein sehingga pembentukan dinding sel bakteri terhambat.

Untuk membuat sabun daun singkong, bahan dibutuhkan berupa daun singkong 15 gram, aquades 35 ml, minyak zaitun 75 ml, minyak kelapa sawit 50 ml, minyak goreng 50 ml dan Natrium Hidroksida (NaOH) 12,5 gram.

Proses pembuatan daun ditumbuk hingga halus setelah itu disaring menggunakan kain tipis hingga diperoleh ekstrak daun singkong. Untuk mendapatkan hasil ekstrak yang lebih optimal, air perasan kembali disaring menggunakan kertas saring.

Pembuatan sabun padat diawali dengan menuangkan zaitun sebanyak 75 ml, minyak kelapa sawit sebanyak 50 ml, dan minyak goreng sebanyak 50 ml ke dalam waskom. Melarutkan 12,5 gram NaOH ke dalam 35 ml aquades, diaduk hingga larut dan mencapai suhu 40°C. Kemudian menuangkan larutan NaOH ke dalam minyak zaitun sedikit demi sedikit dan diaduk hingga homogen dan mengental.

“Ekstrak daun singkong dimasukkan terakhir, dan diaduk kembali hingga homogen. Terakhir sabun ini dimasukkan ke dalam cetakan dan didiamkan dalam tempat tertutup,”jelasnya.

Sementara Annisa menambahkan, ada dua formula yang dihasilkan. Formula pertama menggunakan massa NaOH sebesar 17,5 gram dengan konsentrasi minyak zaitun sebanyak 27,6 %, konsentrasi minyak kelapa sawit sebanyak 20,7 %, dan konsentrasi minyak goring sebanyak 20,7 %.

Formula kedua menggunakan massa NaOH sebesar 12,5 gram dengan konsentrasi minyak zaitun sebanyak 34,1 %, konsentrasi minyak kelapa sawit sebanyak 22,7 %, dan konsentrasi minyak goring sebanyak 22,7 %.

“Sabun dengan formula 1 memiliki PH yang terlalu tinggi sehingga ketika digunakan pada kulit akan menjadi bersisik. Sabun dengan formula 2 memiliki PH yang cukup aman bagi kulit manusia dan tidak menunjukkan efek iritasi ketika digunakan,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini