JAKARTA – Tim dari Carnegie Mellon University melakukan penelitian komprehensif dengan memeriksa perkembangan otak anak laki-laki dan perempuan. Hasilnya, tidak ada perbedaan dalam fungsi otak atau kemampuan matematika antara laki-laki dengan perempuan.
Hasil penelitian ini tersedia online dalam edisi 8 November di jurnal Science of Learning. Demikian dikutip dari Science Daily, Jakarta, Senin (13/1/2020).
Baca Juga: Metode Kanguru, Bantu Perkembangan Bayi dengan Berat Badan Rendah
Sulit merupakan salah satu alasan dari ketidakmampuan menguasai matematika. Oleh karena itu wajar jika muncul kalimat “matematika itu sulit” yang dikeluarkan banyak orang. Namun, Jessica Cantlon dari Carnegie Mellon University, Australia melakukan penelitian mengenai perkembangan otak terhadap matematika.

Jessica Cantlon dan timnya melakukan studi neuroimaging (pemetaan otak) pertama untuk mengevaluasi perbedaan gender biologis dalam kemampuan matematika anak-anak. Timnya menggunakan MRI (semacam scan diagnostik medis) untuk mengukur aktivitas otak pada 104 anak yang berusia 3 hingga 10 tahun (55 perempuan dan 49 laki-laki) sambil menonton video pendidikan yang membahas topik matematika awal, seperti berhitung dan penambahan. Para peneliti membandingkan scan dari anak laki-laki dan perempuan untuk mengevaluasi kesamaan otak.
Selain itu, tim Cantlon juga memeriksa otak sekelompok orang dewasa (63 orang dewasa; 25 wanita dan 38 laki-laki) kemudian membandingkannya dengan anak-anak.
Baca Juga: Viral Kobra di Permukiman Warga, Seberapa Bahaya Bisanya?
Setelah melakukan perbandingan, Cantlon dan timnya tidak menemukan perbedaaan dalam perkembangan otak anak perempuan dan laki-laki. Selain itu, para peneliti tidak menemukan perbedaan cara memproses keterampilan matematika.
Hasil penelitian itu juga menunjukkan, kematangan otak anak laki-laki dan perempuan secara statistik setara jika dibandingkan dengan laki-laki atau perempuan dalam kelompok dewasa.