5. Tak Khawatir tentang Menyenangkan Orang Lain
Seringkali kita menilai diri sendiri dengan mempertimbangkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita, yang merupakan kebalikan dari ketangguhan mental. Morin menulis empat fakta tentang terus-menerus berusaha menjadi penghibur orang: buang-buang waktu, 'kesenangan' orang mudah dimanipulasi, tidak masalah bagi orang lain untuk merasa marah atau kecewa.
Menumbuhkan pola pikir dengan mencoba menyenangkan orang, akan membuat Anda lebih kuat dan lebih percaya diri.
6. Tidak Takut Mengambil Perhitungan Risiko
Orang sering takut mengambil risiko, seperti finansial, fisik, emosi, sosial, atau terkait bisnis. Tapi itu berkaitan erat dengan pengetahuan.
"Kurangnya pengetahuan tentang cara menghitung risiko menyebabkan meningkatnya rasa takut," tulis Morin.
Untuk menganalisis risiko dengan lebih baik, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan, antara lain potensi biaya? Manfaat potensial? Apakah ini akan membantu saya mencapai tujuan saya? Alternatifnya?
Selain itu seberapa baik jika skenario terbaiknya terwujud? Apa hal terburuk yang bisa terjadi? bagaimana saya bisa mengurangi risiko itu jika terjadi? Seberapa buruknya jika skenario terburuk itu terjadi? Seberapa pentingnya keputusan ini dalam 5 tahun?
7. Tidak Memikirkan Masa Lalu
Masa lalu hanya ada di masa lalu. Tidak ada cara untuk mengubah apa yang telah terjadi. “Tinggal di sana (alam masa lalu) hanya akan merusak diri sendiri, mencegah kamu menikmati masa sekarang dan merencanakan masa depan,” tulis Morin.
Itu tidak menyelesaikan apa pun, malahan dapat menyebabkan depresi.
Namun, ada juga manfaatnya memikirkan masa lalu. Yaitu, merefleksikan pelajaran yang pernah dipelajari, mempertimbangkan fakta dan bukan emosi, dan melihat situasi dari perspektif baru dapat membantu.
8. Tidak Melakukan Kesalahan Sama Berulang Kali
Refleksi dapat membuatmu tidak mengulangi kesalahan. Tentu penting untuk mempelajari apa yang salah, apa yang bisa kamu lakukan dengan lebih baik, dan bagaimana melakukannya dengan berbeda di lain waktu.
Orang yang kuat secara mental menerima tanggung jawab atas kesalahan mereka dan membuat rencana yang matang dan tertulis untuk menghindari kesalahan yang sama di masa depan.
9. Tidak Kesal dengan Kesuksesan Orang Lain
Kekesalan itu seperti kemarahan yang tersembunyi dan tertutup. Berfokus pada kesuksesan orang lain tidak akan membuka jalanmu, malah itu akan mengalihkanmu dari jalan yang tengah kamu tempuh.
Bahkan jika kamu sukses nantinya, kamu tidak akan pernah merasa puas karena dirimu selalu berfokus pada orang lain. Karena ini kamu juga dapat mengabaikan bakat yang kamu miliki dan meninggalkan nilai dan hubunganmu.
10. Tidak Menyerah Setelah Kegagalan Pertama
Tidak ada keberhasilan yang langsung, dan kegagalan hampir selalu menjadi kendala yang harus kamu atasi.
Memiliki pemikiran bahwa kegagalan tidak dapat diterima itu sama saja tidak memiliki mental yang kuat. “Faktanya, bangkit kembali setelah kegagalan akan membuatmu lebih kuat," jelas Morin.