Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasutri Ini Dikukuhkan Jadi Guru Besar di HUT Pernikahan ke-41

Rizqa Leony Putri , Jurnalis-Selasa, 26 November 2019 |17:21 WIB
Pasutri Ini Dikukuhkan Jadi Guru Besar di HUT Pernikahan ke-41
Guru Besar UGM (Foto: Dok. UGM)
A
A
A

JAKARTA - Pasangan suami istri ini sungguh kompak. Keduanya sama-sama mengajar di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan juga dikukuhkan sebagai guru besar.

Uniknya, pengukuhan tersebut sekaligus bertepatan dengan peringatan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-41. Pasangan suami istri itu adalah Prof. Dr. Ir. Supriyanto, M.S., dan Prof. Dr. Ir. Agnes Murdiati, M.S. Keduanya dikukuhkan secara bergantian.

Pada pengukuhan itu, Prof. Supriyanto menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Perkembangan Pengolahan Biji Kakao dan Perspektif Baru Hasil Olahan Kakao Sebagai Sumber Anti Oksidan Alami.

Baca Juga: Dinobatkan Guru Besar, Akademisi UB Temukan Ibu Kota Baru Terancam Defisit Air Baku

Dia menyebutkan biji kakao berpotensi sebagai sumber antioksidan alami, sebab di dalamnya mengandung senyawa polifenol yang cukup tinggi. Kendati begitu, kandungan polifenol itu bisa berkurang selama pengolahan biji kakao.

“Proses pengeringan pada suhu 55°C selama 24 jam terjadi kehilangan polifenol lebih dari 80%. Sedangkan pada pengeringan selama 48 jam akan kehilangan lebih dari 95%,” papar Kelapa Laboratorium Rekayasa Proses FTP UGM ini.

Supriyanto menjelaskan, kehilangan total polifenol yang lebih besar terjadi pada proses penyangraian. Oleh sebab itu, untuk mempertahankan senyawa polifenol selama pengolahan biji kakao perlu diupayakan.

Guru Besar

Sejumlah penelitian dilakukan dengan menggunakan bahan dasar biji kakao yang tidak difermentasi atau setengah fermentasi. Cara lainnya dengan menonaktifkan enzim polifenol okisdase dengan pemanasan melalui pengukusan atau memakai energi gelombang mikro.

Fermentasi biji kakao, disebutkan Supriyanti, sebenarnya masih diperlukan untuk menghasilkan senyawa calon cita rasa dan aroma khas cokelat. Namun, untuk mempertahankan kandungan polifenol, lama fermentasi dapat dikurangi. Sementara mutu yang konsisten dari biji kakao kering yang dihasilkan bisa dicapai dengan beberapa cara. Salah satunya dengan incubation ferementation like yang sampai saat ini hanya bisa dilakukan oleh industri skala menengah dan besar.

Sementara Prof. Agnes dalam pengukuhan itu memaparkan pidato berjudul Peran Kacang-Kacangan Dalam Memantapkan Ketahanan Pangan Nasional. Anggota Kelompok Kerja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Daerah DIY ini menuturkan kacang-kacangan memiliki peran strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement