“Pemerintah telah memiliki keberpihakan akan pentingnya jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, namun implementasi di lapangannya masih rendah,” ujarnya.
Pembangunan perikanan tuna perlu direvitalisasi dengan cara menumbuhkembangkan dan memperkuat kembali bisnis perikanan tuna. Bisnis perikanan tuna berkelanjutan dan berkeadilan dapat diwujudkan dengan adanya jaminan input.
Baca Juga: Guru Besar IPB Bambang Hero Raih Anugerah John Maddox Prize 2019
“Keterjaminan input bisa diraih dengan adanya sarana prasarana, ketersediaan sumber daya ikan, sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki kapabilitas tinggi, ketersediaan data dan informasi, ketersediaan modal, infrastruktur, kemudahan akses pasar dan regulasi yang mendukung untuk jaminan investigasi.
Selain itu peluang pasar dalam negeri perlu diciptakan untuk mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor. Peningkatan pasar dalam negeri juga untuk meningkatkan konsumsi ikan serta gizi yang baik bagi penduduk Indonesia,” imbuhnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)