Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ampas Kopi Penghambat Osteoporosis? Ini Hasil Penelitiannya

Fabbiola Irawan , Jurnalis-Senin, 11 November 2019 |11:52 WIB
Ampas Kopi Penghambat Osteoporosis? Ini Hasil Penelitiannya
Kopi (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Penyakit Osteoporosis semakin menghantui masyarakat dunia. Pasalnya jumlah kejadian patah tulang pinggul akibat osteoporosis diperkirakan meningkat dari 1,12 juta di tahun 2018 dan akan terus meningkat menjadi 2,56 juta pada tahun 2050.

Kelompok PKM-PE dari Fakultas Farmasi UGM mencoba meneliti bahan alami seperti anti-osteoklastogenesis untuk menghambat terjadinya osteoporosis.

 Baca juga: UGM: Prabowo Terpopuler di Medos, Nadiem Makarim Paling Banyak Dicari Netizen

Mahasiswa UGM itu adalah Marina Elsaida Harianja, Mila Hanifa, dan Ahmad Naufal yang mencoba meneliti ampas kopi (Coffea arabica L.) yang mengandung senyawa dan efek farmakologi untuk menghambat differensial osteoklas.

 mahasiswa UGM penelitian

“Asam klorogenat ini diketahui mampu menghambat differensiasi osteoklas yang dimediasi oleh Receptor Activator of Nuclear Kappa-B ligand (RANKL)," ujar Ketua Tim PKM-PE Fakultas Farmasi Marina Elsaida Harianja, seperti dilansir laman Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (11/11/2019).

 Baca juga: Keluarga Alumni UGM DKI Harus Jadi Pelopor Pemersatu Bangsa

Ampas kopi yang mengandung asam klorogenat berpotensi dikembangkan untuk mencegah osteoklastogenesis yang berimplikasi pada penghambatan osteoporosis.

Penelitian yang disokong Kemenristekdikti ini memiliki empat faktor utama. Factor pertama adalah kualitas bahan. Kualitas bahan ini menjadi tolak ukur pembuatan sampel ampas kopi Arabica sehingga dapat mengambil senyawa asam klorogenat.

Kedua, faktor kimiawi. Melakukan uji total flavonoid, senyawa EAK memiliki total flavonoid sebesar 0,33 % (b/b). Ketiga aspek biologis yaitu melihat dari efek sitotoksisitas dan penghambatan osteoklastogenesis.

Faktor keempat adalah aspek molekuler berupa molecular docking. Hasil uji menunjukkan asam klorogenat memiliki interaksi lebih baik lebih tinggi dibandingkan native ligand.

Keempat faktor di atas menunjukkan potensi ekstrak ampas kopi sebagai anti-osteoklastogenesis dapat dikembangkan sebagai pencegah osteoporosis.

“Dengan demikian, untuk mengatasi kelemahan ini kami menghadirkan solusi dalam bentuk sediaan nanoemulsi untuk meningkatkan bioavaibilitas dari asam klorogenat dan memilki keunggulan lain yaitu praktis, mudah dikonsumsi dan mampu memperbaiki bau yang sedap dari ampas kopi," ungkap Marina.

(Fakhri Rezy)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement