JAKARTA - Penyakit Osteoporosis semakin menghantui masyarakat dunia. Pasalnya jumlah kejadian patah tulang pinggul akibat osteoporosis diperkirakan meningkat dari 1,12 juta di tahun 2018 dan akan terus meningkat menjadi 2,56 juta pada tahun 2050.
Kelompok PKM-PE dari Fakultas Farmasi UGM mencoba meneliti bahan alami seperti anti-osteoklastogenesis untuk menghambat terjadinya osteoporosis.
Baca juga: UGM: Prabowo Terpopuler di Medos, Nadiem Makarim Paling Banyak Dicari Netizen
Mahasiswa UGM itu adalah Marina Elsaida Harianja, Mila Hanifa, dan Ahmad Naufal yang mencoba meneliti ampas kopi (Coffea arabica L.) yang mengandung senyawa dan efek farmakologi untuk menghambat differensial osteoklas.

“Asam klorogenat ini diketahui mampu menghambat differensiasi osteoklas yang dimediasi oleh Receptor Activator of Nuclear Kappa-B ligand (RANKL)," ujar Ketua Tim PKM-PE Fakultas Farmasi Marina Elsaida Harianja, seperti dilansir laman Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (11/11/2019).
Baca juga: Keluarga Alumni UGM DKI Harus Jadi Pelopor Pemersatu Bangsa
Ampas kopi yang mengandung asam klorogenat berpotensi dikembangkan untuk mencegah osteoklastogenesis yang berimplikasi pada penghambatan osteoporosis.
Penelitian yang disokong Kemenristekdikti ini memiliki empat faktor utama. Factor pertama adalah kualitas bahan. Kualitas bahan ini menjadi tolak ukur pembuatan sampel ampas kopi Arabica sehingga dapat mengambil senyawa asam klorogenat.
Kedua, faktor kimiawi. Melakukan uji total flavonoid, senyawa EAK memiliki total flavonoid sebesar 0,33 % (b/b). Ketiga aspek biologis yaitu melihat dari efek sitotoksisitas dan penghambatan osteoklastogenesis.