Mengutip dari buku Pengembangan Industri Kreatif Indonesia 2025, Hari menyebutkan bahwa ada 14 jenis ekonomi kreatif yaitu: periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, kuliner, desain, fashion, film, video, dan fotografi, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, radio dan televisi, serta riset dan pengembangan.
Dari semua jenis ekonomi kreatif, salah satu yang sedang digandrungi anak muda saat ini adalah start-up. Start-up merupakan perusahaan rintisan yang lebih identik dengan bisnis yang berbau teknologi, web, internet dan sejenisnya.
Hari berpesan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda hendaknya menciptakan start-up yang dibutuhkan di pasar dan dapat menyelesaikan problem masyarakat. Hari juga menyampaikan bahwa hal yang paling krusial dalam berwirausaha adalah eksekusi. Di akhir sesinya, Hari mengutip kalimat bijak, vision without execution is just hallucination.
“Bukan genius yang dapat membuat suatu usaha sukses, melainkan ketekunan dalam mengeksekusinya,” pungkas Hari.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik