JAKARTA - Menghadapi era disrupsi, Departemen Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melangsungkan acara gelar wicara bertema Sukses Menjadi Entrepreneur Muda di Tengah Era Disrupsi.
"Apa bedanya menonton film di bioskop dengan di Netflix?" ungkap alah satu pembicara Hari Santosa Sungkari seperti dilansir situs resmi ITS, Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Baca Juga: Minat Baca Rendah, Fungsi Perpustakaan Harus Ditambah
Jawabannya, perbedaan antara keduanya terletak pada sensasi yang dapat dirasakan oleh konsumen. Menurut Hari, dengan menonton film di bioskop, konsumen dapat merasakan sensasi atau pengalaman yang berbeda. Namun pengalaman yang dijual oleh bioskop tersebut dikalahkan oleh Netflix yang lebih mudah diakses bagi konsumen yang tidak dapat menjangkau bioskop.
Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) tersebut juga memaparkan bahwa kasus di atas adalah contoh inovasi pada era disrupsi.
Baca Juga: Mengenal Canggihnya Pesawat Tanpa Awak Besutan Tim Bayucaraka ITS
Menurutnya, disrupsi menyebabkan terjadinya banyak perubahan pada berbagai sektor akibat digitalisasi dan Internet of Thing (IoT). Contoh lain terjadi pada portal pemberitaan yang mulai bergeser dari media cetak ke media daring, ojek pangkalan menjadi ojek online, dan mal atau pasar menjadi marketplace atau toko online (e-commerce), dan digitalisasi lainnya.
