Share

Resmikan Gedung Kuliah Proyek Arab Saudi, Menristekdikti Singgung Inovasi Pembelajaran

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 03 September 2019 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 03 65 2100045 resmikan-gedung-kuliah-proyek-arab-saudi-menristekdikti-singgung-inovasi-pembelajaran-0QzGPocmSg.jpg Gedung Kuliah Bersama Universitas Malang (Foto: Okezone/Avirista)

KOTA MALANG - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir meresmikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Malang (UM) pada hari ini. Proyek ini didanai dari Islamic Development Bank (IsDB) yang berpusat di Jeddah, Arab Saudi.

Proyek gedung kuliah bersama ini menjadi bagian dari empat paket perguruan tinggi dari ISDB yakni Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Jember (Unej), Universitas Mulawarman (Unmul), dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

 Baca Juga: 10 Bangunan Kampus Spektakuler di Dunia

Menristekdikti Muhammad Nasir mengaku puas dengan pengerjaan proyek pembangunan Gedung Kuliah Bersama proyek 4-in1 IsDB ini. Selain meresmikan gedung, kedatangannya ke UM guna mengecek sejauh mana konstruksi dan pembangunan gedung yang didanai IsDB ini berjalan sesuai yang diharapkan.

"Biasanya lihat jarak jauh, tapi sekarang dari jarak dekat pekerjaannya (gedungnya) rapi dan baik. Konstruksi betonnya juga kuat dan bagus itu yang paling penting," ungkap Nasir saat memberikan sambutan pada soft opening Gedung Kuliah Bersama proyek 4-in1 IsDB, Malang, Selasa (3/9/2019).

 Baca Juga: Kampus Ini Miliki Gedung Multimedia Baru, Intip Kemegahannya

Dirinya menjelaskan dengan peresmian gedung kuliah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di UM. Tak sekedar pembelajaran biasa, namun bagaimana pembelajaran yang mampu mengakomodir kepentingan pasar dan menciptakan inovasi baru di dunia pendidikan perguruan tinggi.

"Setelah peresmian ini kami tidak banyak menuntut, yang terpenting bagaimana kampus bisa mencerdaskan anak bangsa dan semakin meningkatkan kualitasnya terlebih di era disruptif learning inovation," lanjutnya.

 GKB UM

Nasir menyebut sebagai sebuah kampus yang fokus di learning university atau kampus pembelajaran, perlu adanya inovasi pembelajaran perkuliahan tanpa mengurangi kualitas pengajaran.

"Karena UM concern kepada learning university. Eranya disruptif (inovasi yang membantu menciptakan pasar baru), kalau face to face akan ditinggalkan. Makanya perlu inovasi disruptif learning di UM," bebernya.

 GKB UM

Nantinya selain difungsikan untuk gedung perkuliahan bersama, gedung yang menempati area seluas 44.917 meter persegi ini akan difungsikan juga sebagai laboratorium dan pusat pengembangan inovasi pendidikan pengajaran di UM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini