Share

Ternyata Cangkang Udang Mengandung Zat Penghilang Bau Kaki

Rani Hardjanti, Okezone · Rabu 10 Juli 2019 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 10 65 2077104 ternyata-cangkang-udang-mengandung-zat-penghilang-bau-kaki-uhFFMn3O9a.jpeg Foto: Spray dari Cangkang Udang untuk Penghilang Bau Kaki

JAKARTA - Bagian kaki seringkali mengalami pengeluaran keringat yang tinggi, terutama saat penggunaan kaos kaki dan sepatu. Namun persoalan kaki ini bisa diatasi dengan cangkang udang. Loh apakah tidak berubah dari bau kaki jadi bau amis? Ternyata tidak.

Tiga mahasiswa IPB University yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian (PKMPE 2019) yaitu Anita Ervina, Mohammad Rofiqi dan Tiara Fitri Erinanda mencoba membuat produk penghilang bau kaki. Produk ini diberi nama Fochi-spray. Ini merupakan produk body care berbentuk spray, berbasis nanokitosan dari cangkang udang.

Baca Juga: Terobosan Temuan IPB, 'Bersihkan' Kerang dari Pencemaran Mikroplastik di Laut

Ketua Tim Anita Ervina menjelaskan, latar belakang ide ini diawali dengan membaca literatur penelitian terdahulu tentang aktivitas antibakteri kulit dan juga mengingat kondisi cuaca di Indonesia yang cukup panas yang memicu seringnya mengeluarkan keringat.

"Kitosan dari cangkang udang terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri kulit yaitu Staphylococcus epidermidis yang dominan ada di kaki. Industri pengolahan udang yang banyak di Indonesia limbahnya belum banyak dimanfaatkan menjadi produk body care,” ungkapnya.

Baca Juga: Revolusi Industri 4.0 Menuju 5.0, Rektor IPB Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ini menuturkan bahwa nanokitosan memiliki aktivitas antibakteri kulit yang cukup reaktif. Karenanya ini berpotensi sebagai penghilang bau kaki yang disebabkan oleh bakteri kaki.

"Penelitian mengenai aktivitas antibakteri nanokitosan terhadap bakteri penyebab bau kaki juga belum banyak dilakukan serta produk antibau kaki dari cangkang udang (limbah udang) juga masih minim,” ujarnya.

Bentuk spray dipilih karena sifatnya yang cepat kering, cepat menyerap serta penggunaan yang praktis dan menyenangkan. Produk spray dianggap sebagai formulasi yang lebih nyaman dan aman untuk perawatan bagian tubuh, terutama di daerah berambut seperti kulit. Selain itu Fochi-spray juga diformulasikan dengan mentol untuk menetralkan bau serta memberikan sensasi dingin pada kulit.

Penelitian yang dibimbing oleh Dr Kustiariyah Tarman ini telah sampai pada tahap uji fisik dan uji aktivitas antibakteri. Anita menjelaskan akan dilakukan beberapa tahap uji lanjut berikutnya.

"Untuk uji stabilitas produk sedang dilakukan dan uji iritasi dan uji efektivitas produk ke kulit manusia akan dilakukan selanjutnya,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini