Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Haru Buruh Bangunan Sekolahkan Anaknya hingga Masuk UGM

Giri Hartomo , Jurnalis-Sabtu, 29 Juni 2019 |15:37 WIB
Kisah Haru Buruh Bangunan Sekolahkan Anaknya hingga Masuk UGM
Foto: Dokumentasi UGM
A
A
A

JAKARTA - Keluarga Amnidi (53 tahun) tengah di selimuti rasa haru bercampur bahagia. Pasalnya, putera sulungnnya yang bernama Rakhmat Eko Saputro diterima kuliah di Prodi Teknik Nuklir Fakultas Tekni Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dia dan isterinya Ermida (46) tidak pernah menyangka anaknya itu bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi, bahkan tanpa dipungut biaya hingga lulus nanti dengan beasiswa bidikmisi. Dirinya bersukur melihat anaknya akhirnya bisa berkuliah disalah satu kampus besar di Indonesia.

“Kaya gak percaya bisa sampai seperti ini, saya yang buruh bangunan dan hanya lulusan SMP akhirnya bisa melihat Eko masuk kuliah,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, UGM, Sabtu (29/6/2019)

Sebelum tinggal di rumah itu, Amnidi dan keluarganya menghuni rumah liar atau yang kerap disebut ruli yang berada daerah Muka Kuning Kampung Ace, Batam. Namun, pada tahun 2006 kawasan tersebut dilanda banjir besar yang turut merobohkan rumah kayu yang ditempatinya. Sementara tinggal di pengungsian, Amnidi secara bertahap membangun rumah sederhana di atas lahan 10x10 meter.

“Saya bangun sendiri rumah ini sedikit demi sedikit,” jelasnya.

Amnidi menuturkan menyekolahkan anak hingga jenjang perguruan tinggi bukanlah hal yang mudah di tengah keterbatasan perekonomian keluarga. Penghasilannya dari bekerja sebagai buruh bangunan sekitar Rp3 juta per bulan sangatlah pas-pasan untuk menghidupi isteri dan dua puteranya.

“Jadi, buruh bangunan kerjanya ya gak tentu, tergantung proyek. Kalau ada proyek ya kerja kalau tidak ada ya di rumah saja,” jelasnya.

Bahkan, dia pernah merasakan kerja namun tidak dibayar. Kerja keras yang diniatkan untuk menghidupi keluarga kecilnya itu serasa tidak berguna.

“Pernah ikut proyek tapi mandornya kabur jadinya duit gak keluar dan gak bayaran. Risiko kerja ikut orang seperi itu,” katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement