Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melek Industri 4.0, Stikom Interstudi Gelar Kuliah Umum Komunikasi Digital

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 29 Mei 2019 |21:24 WIB
Melek Industri 4.0, Stikom Interstudi Gelar Kuliah Umum Komunikasi Digital
Ilustrasi: Foto Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Menyikapi perkembangan cepat komunikasi berbasis digital 4.0, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Interstudi menggelar kuliah umum dengan menghadirkan para praktisi dan kalangan industri digital.

Tujuan dari acara ini memberikan tambahan pengalaman bagaimana menciptakan suatu kreativitas dengan memanfaatkan teknologi digital. Juga mengajarkan strategi berbisnis menggunakan tools dari dunia digital seperti memanfaatkan sosial media.

Acara ini juga bisa memberikan gambaran tentang isu kekinian era revolusi industri 4.0 dengan praktisi komunikasi dan bisnis digital. Di antaranya Jojo S Nugroho Managing Director Image PR dan juga Ketua Umum Asosiasi Perusahaan PR Indonesia. Kemudian Arya Gumilar GM SAC Indonesia Founder Kayuapi Digital Reputation. Acara dimoderatori Abraham Leiwakabessy.

Baca Juga: Daftar Lengkap 100 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

Ketua Penyelenggara Kuliah Umum Stikom Interstudi, Ramandha Kusuma mengatakan, dalam dunia profesi bidang komunikasi sudah mengalami perkembangan sangat cepat.

"Melalui sosial media spesialist seperti buzzer, influencer, vlogger dan blogger, kita harus banyak memahami medium social media dan digitalisasi seperti digital journalist, SOE specialist, Product reviewer dan digital marketer atau e-Commerce," paparnya, dalam acara kuliah umum outdoor yang dikemas dengan tajuk Creaction, "Reach Your Succes With Digital Movement" di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Stikom Interstudi, Rabu (29/5/2019).

Sementara itu, Managing Director Image PR Jojo S Nugroho menyampaikan, bahwa belajar mem-branding sebuah merek atau korporasi bisa diawali dari bagaimana komunikator itu membangun terlebih dulu imej pribadinya dalam akun di media sosial. Seberapa banyak ia mendapatkan follower atau pihak lain yang menyukai.

Baca Juga: Universitas Freiburg Akui Peran Indonesia sebagai Kekuatan Penting di Asia

Paparan Jojo ini menjawab pertanyaan mahasiswa bagaimana menyikapi perkembangan komunikasi digital movement konkritnya. Menurut Jojo hal yang paling sederhana dengan latihan dari membranding diri sendiri.

"Branding diri kita sendiri aja dulu sebelum kalian membranding brand atau perusahaan orang lain," kata Jojo.

Menurut Jojo, dari situ kalau kita sudah bisa menggunakan social media kita sendiri paling enggak ini menjadi latihan. "Ini sangat menarik sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja," kata praktisi komunikasi yang juga Ketua Umum Asosiasi Perusahaan PR Indonesia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement