"Hari ini merupakan bagian masa lalu dan masa depan ditentukan hari ini. Kalau hari ini materialnya merah akan menjadi merah, kalau materialnya biru akan jadi biru. Jadi, kalau hari ini materinya persatuan, masa depan akan terjadi persatuan. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan," kata dia.
'Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah' adalah judul pidato yang disampaikan Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1966. Pada orasinya, Soekarno menyampaikan perjalanan bangsa dan negara Indonesia selama 21 tahun pasca-proklamasi kemerdekaan.
Baca Juga: Jangkau Penjuru Dunia, Perpustakaan Nasional Luncurkan Khastara
Bedah buku itu menghadirkan Roesdy Hoesein (Sejarawan), Suyatno (Akademisi), dan Roro Daras (Penulis buku). Dengan moderator Kalarensi Naibaho dari Universitas Indonesia.
Acara tersebut juga dihadiri oleh 250 peserta dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, pelajar, insan media dan masyarakat umum.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik