Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bedah Buku Pidato Soekarno, dari Kondisi Politik hingga Ekonomi

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 15 Mei 2019 |12:38 WIB
Bedah Buku Pidato Soekarno, dari Kondisi Politik hingga Ekonomi
Foto: Taufik Okezone
A
A
A

"Hari ini merupakan bagian masa lalu dan masa depan ditentukan hari ini. Kalau hari ini materialnya merah akan menjadi merah, kalau materialnya biru akan jadi biru. Jadi, kalau hari ini materinya persatuan, masa depan akan terjadi persatuan. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan," kata dia.

'Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah' adalah judul pidato yang disampaikan Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1966. Pada orasinya, Soekarno menyampaikan perjalanan bangsa dan negara Indonesia selama 21 tahun pasca-proklamasi kemerdekaan.

 Baca Juga: Jangkau Penjuru Dunia, Perpustakaan Nasional Luncurkan Khastara

Bedah buku itu menghadirkan Roesdy Hoesein (Sejarawan), Suyatno (Akademisi), dan Roro Daras (Penulis buku). Dengan moderator Kalarensi Naibaho dari Universitas Indonesia.

Acara tersebut juga dihadiri oleh 250 peserta dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, pelajar, insan media dan masyarakat umum.

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement