Intercultural Learning in a Globally Engaged University
Sesi ketiga diisi dengan presentasi berjudul “Intercultural Learning in a Globally Engaged University” oleh Cecilia Christersson dan Patricia dari Malmo University. Presentasi ini memberikan perspektif Internationalisation at Home (IaH), atau cara Swedia memandang inti dari internasionalisasi itu sendiri.
Pembicara menjelaskan bahwa dalam membangun kompetensi interkultural yang komprehensif, perlu adanya pembelajaran interkultural dalam kurikulum institusi pendidikan dan juga kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi dan dengan pemerintahnya. Kota Malmo, Swedia yang multikultur dan Malmo University, yang merupakan institusi pendidikan tinggi dengan kompetensi interkultural tinggi dijadikan sebagai model dalam presentasi ini.
Deep Dive into Assessment of Global Learning Experience
Dalam presentasinya yang berjudul “Deep Dive into Assessment of Global Learning Experience”, Vesna Hart dari James Madison University menjelaskan pentingnya melakukan assessment atau penilaian mendalam mengenai pengalaman pembelajaran global. Penilaian mendalam ditujukan untuk melihat bagaimana perspektif suatu individu dapat mempengaruhi interaksi, dipengaruhi oleh konteks sosial, dan berubah karena adanya perbedaan latar belakang budaya dari pengalaman pembelajaran global.
Pembicara mengenalkan peserta dengan salah satu metode yakni Beliefs, Events, and Values Inventory (BEVI), yang merupakan alat analitis untuk melihat bagaimana dan mengapa kita melihat diri sendiri, orang lain, dan dunia sebagaimana kita melakukannya, juga pengaruh dari proses tersebut dalam berbagai aspek dari fungsi manusia.