JAKARTA – Sebuah studi terbaru memperkirakan kondisi dan berbagai skenario alternatif tentang usia harapan hidup dan penyebab utama kematian di tahun 2040, memperlihatkan bahwa seluruh negara agaknya akan mencatat penambahan usia harapan hidup sedikit lebih lama.
Studi ini bertajuk “Forecasting life expectancy, years of life lost, and all-cause and cause-specific mortality for 250 causes of death; reference and alternative scenarios for 2016–40 for 195 countries and territories using data from the Global Burden of Disease Study 2016.”
Namun, satu skenario yang lain menemukan bahwa hampir separuhnya akan dihadapkan pada angka harapan hidup yang lebih rendah. Peringkat negara-negara tersebut ditinjau dari usia harapan hidup menyajikan pemahaman baru tentang status kesehatan mereka.
Baca juga: Pendidikan di Singapura Tinggalkan Sistem Peringkat di Kelas
Contohnya Indonesia, dengan rerata usia harapan hidup 71,7 tahun di 2016, menempati peringkat ke-117 dari 195 negara. Dan, jika tren ini mampu dipertahankan, Indonesia akan bisa menempati peringkat ke-100 di tahun 2040 dengan rerata usia harapan hidup 76,7 tahun, dengan kata lain, ada penambahan 5,1 tahun. Usia harapan hidup di Indonesia bisa bertambah hingga 8,4 tahun menurut skenario ‘lebih baik’ atau sedikitnya 1,8 tahun mengacu pada skenario ‘lebih buruk’.
