Seberapa Panjang Usia Orang Indonesia? Begini Penjelasannya

Widi Agustian, Okezone · Rabu 17 Oktober 2018 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 17 65 1965272 seberapa-panjang-usia-orang-indonesia-begini-penjelasannya-jvoNiU7hVE.jpg (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Sebuah studi terbaru memperkirakan kondisi dan berbagai skenario alternatif tentang usia harapan hidup dan penyebab utama kematian di tahun 2040, memperlihatkan bahwa seluruh negara agaknya akan mencatat penambahan usia harapan hidup sedikit lebih lama.

Studi ini bertajuk “Forecasting life expectancy, years of life lost, and all-cause and cause-specific mortality for 250 causes of death; reference and alternative scenarios for 2016–40 for 195 countries and territories using data from the Global Burden of Disease Study 2016.”

Namun, satu skenario yang lain menemukan bahwa hampir separuhnya akan dihadapkan pada angka harapan hidup yang lebih rendah. Peringkat negara-negara tersebut ditinjau dari usia harapan hidup menyajikan pemahaman baru tentang status kesehatan mereka.

Baca juga: Pendidikan di Singapura Tinggalkan Sistem Peringkat di Kelas

Contohnya Indonesia, dengan rerata usia harapan hidup 71,7 tahun di 2016, menempati peringkat ke-117 dari 195 negara. Dan, jika tren ini mampu dipertahankan, Indonesia akan bisa menempati peringkat ke-100 di tahun 2040 dengan rerata usia harapan hidup 76,7 tahun, dengan kata lain, ada penambahan 5,1 tahun. Usia harapan hidup di Indonesia bisa bertambah hingga 8,4 tahun menurut skenario ‘lebih baik’ atau sedikitnya 1,8 tahun mengacu pada skenario ‘lebih buruk’.

Perbedaan yang kontras jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, yang pada tahun 2016 berada di peringkat ke-43 dengan rata-rata harapan hidup hingga usia 78,7 tahun. Di tahun 2040, usia harapan hidup diperkirakan akan bertambah 1,1 tahun menjadi 79,8 tahun, namun turun ke peringkat 64.

Sedangkan China, di sisi lain, mencatat usia harapan hidup 76,3 tahun di 2016 dan diharapkan akan bertambah menjadi 81,9 serta naik dari peringkat ke-68 di tahun 2016 menjadi peringkat ke-39 di tahun 2040.

Tidak itu saja, studi yang terbit dalam jurnal medis internasional The Lancet, memproyeksikan adanya peningkatan yang signifikan dari kematian yang disebabkan oleh penyakit-penyakit tidak menular, termasuk diabetes, gangguan paru kronik obstruktif (COPD), penyakit ginjal kronis, kanker paru-paru, juga penyakit-penyakit yang berhubungan dengan obesitas.

Di tahun 2016, sepuluh penyebab utama kematian di Indonesia adalah penyakit jantung iskemik, stroke, TBC, diabetes, komplikasi dari kelahiran prematur, kecelakaan lalu lintas, infeksi saluran nafas bagian bawah, penyakit-penyakit diare, encephalopathy neonatal yang disebabkan oleh asfiksia dan trauma, dan cacat bawaan lahir. Sedangkan di tahun 2040, penyebab utama kematian adalah penyakit jantung iskemik, stroke, diabetes, penyakit ginjal kronis, TBC, Alzheimer, gangguan paru kronik obstruktif (COPD), penyakit jantung hipertensi, penyakit-penyakit yang disebabkan oleh diare, serta infeksi saluran pernafasan bawah.

Baca Juga: Milenial, 11 Pertanyaan Ini Perlu Dijawab Sebelum Usia 30

Bagaimanapun, para peneliti menyimpulkan bahwa masih ada kesempatan besar untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dari kondisi kesehatan dengan memperhatikan berbagai faktor resiko utama, seperti pendidikan dan income per kapita.

“Masa depan kondisi kesehatan di dunia, tidak sepenuhnya ditentukan oleh takdir, masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang masuk akal,” kata Director of Data Science Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) Dr. Kyle Foreman di Universitas Washington, yang juga merupakan penulis utama dari studi ini, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/10/2018).

The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) adalah organisasi penelitian kesehatan global independen di University of Washington yang memberikan pengukuran cermat dan berimbang tentang permasalahan kesehatan yang terpenting di dunia serta mengevaluasi berbagai strategi yang digunakan untuk menanggulanginya.

Menurut dia, lima penentu utama masalah kesehatan yang paling dapat menjelaskan seperti apa gambaran tentang kematian premature di masa mendatang adalah tekanan darah tinggi, indeks massa tubuh yang tinggi, kadar gula darah yang tinggi, kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol. Sedangkan polusi udara ada di urutan ke-enam.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini