6. Lebih Banyak Siswa Belajar Online
Dengan kemajuan teknologi seperti itu, semakin banyak mahasiswa yang mendaftar di sistem online, hal tersebut merupakan pilihan bagi mahasiswa yang tidak punya cukup waktu untuk datang ke kampus.
Pendaftaran sistem online meningkat di antara musim gugur 2015 dan 2016 pada tahun sekolah lebih dari yang terjadi dalam tiga tahun terakhir. Dilaporkan US News & World Report, mengutip Babson Survey Research Group. Perguruan tinggi negeri dan universitas melihat peningkatan 7% dalam pertumbuhan.

Business Insider sebelumnya melaporkan pada survei yang mengungkapkan 69% dari generasi milenial berpikir mereka belajar lebih baik dari teknologi daripada dari orang-orang (dosen yang mengajar dikelas), dan hanya 50% responden yang lebih tua dari 45 orang merasakan hal yang sama.
7. Populasi Mahasiswa Lebih Beragam
Populasi siswa di perguruan tinggi telah berkembang secara demografi sejak tahun 1970. Menurut proyek penelitian Mahasiswa Negara 2018 (2018 State of the Student research project) yang dilakukan oleh perusahaan teknologi pendidikan Chegg, yang mengambil sampel lebih dari 1.000 mahasiswa di AS, pendaftaran minoritas saat ini adalah 42%, kontras tajam dari 15 % pada tahun 1970.
Saat ini, mahasiswa perempuan mencapai lebih dari separuh populasi mahasiswa di perguruan tinggi. Pada tahun 1970, jumlahnya kurang dari setengah. Terdapat mahasiswa yang juga lebih tua sebesar -40% mahasiswa lebih tua dari 25 tahun, dibandingkan dengan 28% pada tahun sebelumnya.
8 Mahasiswa Sekarang Lebih Banyak Tekanan
Dari 2005 hingga 2015, proporsi mahasiswa baru yang mengatakan "kadang-kadang atau sering merasa kewalahan", meningkat 10%.

Presiden Asosiasi untuk Universitas dan Direktur Pusat Konseling Perguruan Tinggi pada tahun 2011, Denise Hayes, mengatakan bahwa hal ini dapat dikaitkan dengan tekanan keuangan dan stres untuk mencapai sebuah keberhasilan.
Mungkin ini karena generasi milenial lebih menyeimbangkan kerja part time daripada pekerjaan sekolah. Menurut sebuah studi oleh Pusat Pendidikan dan Tenaga Kerja di Georgetown University, 70% hingga 80% mahasiswa memiliki pekerjaan saat berkuliah, -40% dari mereka bekerja lebih dari 30 jam seminggu, melebihi batas 15 jam seminggu mereka harus mempertahankan tanpa mengganggu nilai akademis mereka.
(Feb)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik