Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

8 Perbedaan Kulihan Zaman Now dengan Generasi 1964 dan 1980

Vanni Firdaus Yuliandi , Jurnalis-Senin, 24 September 2018 |15:35 WIB
8 Perbedaan Kulihan Zaman Now dengan Generasi 1964 dan 1980
Lulus Kuliah (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Generasi milenial menghadapi banyak perbedaan di dunia perkuliahan dibandingkan dengan zamannya orangtua dahulu. Sekarang generasi milenial membutuhkan pengeluaran lebih besar, juga berbeda dalam hal aktivitas organisasi kampus ataupun keadaan tempat kerja nantinya.

Meski pengeluaran tidak sedikit, tapi generasi milenial hampir mempunyai pilihan pekerjaan yang fleksibel dan bisa menikmati manfaat sosial media. Generasi milenial juga memiliki pengalaman kuliah yang berbeda dari baby boomer (generasi yang lahir pada tahun 1946 hingga 1964) dan Gen X (generasi yang lahir tahun 1960 hingga 1980).

Perbedaan signifikan kedua generasi tersebut yang paling terkenal, adalah biaya kuliah meningkat sejak tahun 1980-an. Terdapat beberapa perbedaan baik dan buruk di antaranya, misalnya sekarang ini lebih berpikir kemajuan teknologi, peningkatan keragaman, dan lebih banyak tekanan dan persaingan.

Faktanya, lebih banyak generasi milenial yang kuliah daripada generasi sebelumnya. Menurut Pew Research Center, jumlah orang dewasa muda berpendidikan perguruan tinggi dengan gelar sarjana masih pada titik tertinggi -40% dari pekerja milenial berusia 25 hingga 29 memiliki gelar sarjana pada tahun 2016, dibandingkan dengan 32% dari Gen X di tahun 2000 dan 26% baby boomer pada tahun 1985.

Tetapi generasi milenial kuliah di lingkungan yang berbeda dari kedua generasi tersebut, mulai dari harga buku kuliah perguruan tinggi hingga peluang pembelajaran secara online. Inilah perbedaan kuliah bagi generasi milenial dari pada generasi sebelumnya yang dilansir dari Businessinsider, Senin (24/9/2018).

1. Lebih Banyak Mahasiswa yang Kuliah

“Permintaan untuk pendidikan tinggi telah meningkat secara dramatis sejak 1985,” ujar Richard Vedder, penulis dan profesor ekonomi emeritus di Ohio University.

NBC News sebelumnya menyampaikan bahwa pendaftaran sarjana di AS telah meningkat dua kali lipat dari tahun 1970 hingga 2009. Dan, menurut Departemen Pendidikan, perguruan tinggi AS memperkirakan jumlah total berkisar 20,4 juta siswa pada musim gugur tahun 2017 dan hanya sekitar 5,1 juta lebih dari pada musim gugur tahun 2000.

“Imbalan untuk kuliah telah berkembang dan tumbuh dari tahun 1985 menjadi sedikit. Setelah itu tahun 2000 dan banyak yang mendatar pada dekade terakhir,” kata Vedder.

2. Perguruan Tinggi Lebih Kompetitif

Perguruan tinggi sekarang ini lebih selektif menerima calon mahasiswa, sehingga banyak mahasiswa yang mendaftar ke perguruan tinggi, lebih sulit untuk masuk. Pada tahun 1988, tingkat penerimaan mahasiswa di Universitas Columbia adalah 65% per tahun 2014, itu 7%, menurut US News & World Report. Demikian juga, tingkat penerimaan mahasiswa Universitas Michigan turun dari 52% menjadi 33% dalam periode waktu yang sama.

(Feb)

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement