Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjuangan Guru Kembar Pendiri Sekolah Darurat Kartini Diabadikan di Film 'Dua Mawar Merah'

Wijayakusuma , Jurnalis-Kamis, 15 Februari 2018 |17:38 WIB
Perjuangan Guru Kembar Pendiri Sekolah Darurat Kartini Diabadikan di Film 'Dua Mawar Merah'
Foto: Wijayakusuma/Okezone
A
A
A

BEKASI - Sebuah film dokumenter berjudul 'Dua Mawar Merah' yang berkisah perjuangan dua saudara kembar dalam mendirikan sekolah darurat Kartini (gratis) bagi anak-anak kaum marginal, diputar di Cinema XXI Grand Metropolitan, Kota Bekasi. Film tersebut merupakan apresiasi atas dedikasi keduanya terhadap dunia pendidikan.

Adalah Sri Rosyati (Rossy) dan Sri Irianingsih (Rian), dua guru kembar yang sejak 1990 silam mengabdikan diri mengajar anak-anak jalanan dan putus sekolah, tanpa menerima bayaran sepeser pun. Anak didik yang diajar mulai dari usia Paud hingga SMA, yang seluruhnya berasal dari keluarga miskin ibu kota.

Banyak rintangan yang harus dilalui Rossy dan Rian dalam usahanya untuk terus mempertahankan sekolah, termasuk kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kala itu dinilai tidak berkeadilan. Sekolah yang berlokasi di pinggiran rel dan kolong jembatan, Kampung Walang, Jakarta Utara itu, sempat berpindah-pindah sebanyak lima kali, akibat terkena gusur pihak Pemprov DKI Jakarta.

Seiring perjalanannya yang jatuh bangun, sekolah Kartini cukup banyak menerima sumbangan dari berbagai donatur. Salah satunya dari PT Metropolitan Land TBK (Metland) melalui Yayasan Metropolitan Peduli (YMP).

"Jadi waktu tahun 1996, kami meminta bantuan seragam putih untuk anak-anak ke pihak Metland, yang saat itu belum ada yayasannya. Karena kalau tidak pakai seragam, anak-anak merasa tidak sekolah. Jadi kami berikan seragam. Khusus sekolah kami warna seragamnya putih biru," kata Sri Irianingsih saat konferensi pers usai pemutaran film, di Bekasi, Kamis (15/2/2018).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement